Persembahan Hati

“Allah tidak membutuhkan persembahan kami seolah-olah kekurangan sesuatu. Yang Dia cari adalah hati yang rendah, taat, dan mau bertobat.”
Bapa yang Maha Rahim, Engkau berbicara dengan tegas kepada kami: “Carilah yang baik dan bukan yang jahat, supaya kamu hidup.”
Melalui Nabi Amos, Engkau mengingatkan, bahwa Engkau tidak berkenan pada ibadah yang hanya indah di luar, tapi kosong di dalam. Engkau menghendaki sesuatu yang lebih dalam: keadilan yang mengalir seperti sungai, belas kasih yang tidak pernah kering, dan kasih yang nyata dalam cara kami memperlakukan sesama.
Pemazmur mengingatkan, bahwa Engkau tidak membutuhkan persembahan kami seolah-olah Engkau kekurangan sesuatu. Yang Engkau cari adalah hati yang rendah, taat, dan mau bertobat.
Dalam Injil, Putra-Mu datang ke tempat yang ditakuti semua orang. Dua orang yang kerasukan hidup dalam kegelapan, terasing dan tersiksa. Semua orang menjauhi mereka, tapi Yesus tidak.
Ia masuk ke dalam kegelapan mereka dan membawa pembebasan. Bahkan roh-roh jahat pun mengenali kuasa-Nya. Tapi, setelah melihat mukjizat itu, penduduk kota justru meminta Yesus pergi.
Bapa, betapa sering kami pun melakukan hal yang sama.
Kami senang saat Yesus menghibur kami, tapi menolak saat Ia menegur kami. Kami suka berkat-Nya, tapi takut pada kuasa-Nya sebagai Tuhan.
Sering kali kami lebih memilih kenyamanan, kebiasaan lama, atau rasa aman semu daripada kebebasan sejati.
Ampuni kami, Tuhan, saat kami lebih mementingkan keuntungan daripada manusia, kenyamanan daripada pertobatan.
Bukalah mata kami untuk melihat Yesus bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai Pembebas sejati. Usirlah apa pun yang masih menguasai hati kami: ketakutan, keserakahan, kesombongan, luka lama, dan berhala-berhala tersembunyi.
Biarlah keadilan mengalir dalam hidup kami, belas kasih bertumbuh dalam hati kami, dan biarlah Yesus tinggal dalam ‘lingkungan’ hati kami.
Yesus, tinggallah bersama kami.
Berkuasalah dalam hati kami dan bebaskanlah kami. Amin.
🕯️ Seberkas Cahaya
Jesus membawa damai dengan mengusik semua yang membuat kami terus terpenjara.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)