Jejak Kelana Nafas-16
Bocah Angin-545
Tanyaku Mencari-Mu

Ketika aku biasa bertanya
Engkau Sang Maha Tanya
bagi damba pikiranku yang papa

Ketika aku coba bersujud
Engkau melebur di debu tanah
yang tak cukup jemariku memeluk

Ketika aku menatap angkasa
Engkau mentari, bulan, bintang dan awan
yang luasnya tak terjangkau angan

Ketika aku pejamkan mata
Engkau gulita, pekat, kelam kesunyian
dalam diam abadi kedalaman

Ketika aku ke sungai
Engkau air mengalir dan bebatuan
antara hujan, mata air dan muara

Ketika aku di hutan belantara
Engkau jutaan pepohonan
margasatwa dan serangga
yang beraneka dan kaya raya

Ketika aku ke pantai
Engkau Maha Luas samudra
asinnya ombak gelombang
dan hamparan jutaan pasir
dalam inkarnasi tak bertepi

Ketika aku diam dan pulas tertidur
Engkau nafas dan detak jantung
dalam tarian energi misteri
yang bergerak tampa kendali insani

Ketika aku mati
Engkau kesempurnaan tanpa nama
Karena tanya dan jawabanku sirna
dalam pelukan angin sempurna

Aku pun ada dan tiada
pada dinamika inkarnasi Ilahi-Mu
dan irama abadi menjadinya semesta-Mu
Entah
Engkau apa dan siapa