Merajut Serpihan Seandainya…

Mosaik Serpihan Kelana -50
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Aku coba melatih jemari merajut fakta
aku ambil helai seandainya dan memilah kenyataan
lalu mencari sosok bayangan dari kebiasaan
Mungkinkah ada wajah lain yang bisa disibak
dari pengalaman yang terus berinkarnasi
dalam derap langkah alunan zaman
Apakah bisa meraih makna dengan mengurai fakta yang dianggap biasa
Salahkah coba berkreasi dan inovasi dari tradisi yang terjadi
Haruskah kembali menggugat diri agar meraih makna sejati

Seandainya Ibuku menolak rasa sakit dan darah karena kehilangan perawan
Seandainya Ibuku tak mau menerima janinku tumbuh dalam rahimnya
Seandainya Ibuku takut sakit dan darah saat melahirkan diriku
Maka,
apakah aku sekarang bisa gerakkan jari menyulam kata jadi kalimat
apakah aku nyata berkelana, lalu mengenal ayat sajak dan bait puisi
Apakah mungkin aku sekarang bisa ada dan terus menjadi
di tengah padang damba dan belantara tanya?

Seandainya alat pernafasanku harus membeli udara untuk berfungsi
apakah aku mampu membeli angin setiap hari
berapa banyak manusia yang bertahan hidup
Seandainya debu tanah ini menolak diinjak oleh telapak manusia
ke mana harus berkelana dan di mana bisa tinggal
Seandainya semua kebutuhan hidup manusia bisa dijamin tanpa alam lingkungan jagat semesta ini
apakah masih ada sejarah kehidupan tercatat
Maka, apakah kita adalah pemilik dan penguasa jagat semesta

Seandainya bahasa manusia mampu mengurai semua pengalaman
dan bisa menjelaskan semua fakta realitas semesta
Maka, masihkah ada tanya, terpesona dan rasa takut
Seandainya tanpa bantuan alat apa pun
bisakah kita melihat wajah dan bola mata sendiri
mampukah dengan jemari kita menghitung jumlah rambut di kepala
Seandainya semua bahasa digabungkan untuk menguraikan sosok rupa Sang Ilahi
Maka, apakah bisa dijelaskan tuntas seperti apa dan siapakah
Seandainya pikiran diri mampu mengenal tuntas apa dan siapa pribadi ini
Apakah pasti tidak ada suka duka serta segala bentuk kejahatan dan masalah?