Kehadiran Yesus

“Kerahiman Allah tidak menunggu kita layak. Ia menyapa di tengah kelemahan, menebus di saat kita jatuh, dan mengundang kita berdiri bersama Yesus … jadi saksi kasih-Nya.”

Melalui Santa Faustina, Allah menyingkapkan karya kerahiman-Nya dalam jiwa kami:
“Makin besar dosa seseorang, kian besar pula haknya atas kerahiman-Ku.”
Hari ini kami datang bukan karena layak, melainkan karena percaya pada kasih-Nya yang tak terbatas.

Dalam surat kepada Jemaat di Roma kami diingatkan: bahwa kami telah dibebaskan dari kuasa dosa, diangkat jadi anak-anak-Nya, ahli waris bersama Kristus.
Kebenaran ini memanggil kami untuk hidup bukan dalam ketakutan, melainkan dalam kebebasan yang lahir dari kerahiman-Nya.

Tuhan Yesus, Engkau berdiri di tengah para pendosa, menyembuhkan yang terluka, mengampuni yang bersalah, dan meneguhkan mereka yang ingin kembali. Tariklah kami masuk dalam semangat yang sama: menyadari kelemahan kami, mempercayakan diri kepada kasih-Mu, dan mengikuti Engkau dengan segenap hati.

Ajarlah kami percaya, bahwa kerahiman-Mu bukan sekadar penghiburan di akhir kegagalan,
melainkan dasar dari seluruh hidup kami. Jadikan kami saluran kasih dan pengampunan-Mu, seperti Santa Faustina yang dengan kesederhanaan menulis kisah cinta-Mu bagi dunia.

Ya, Bapa, lembutkan hati kami di saat dunia mengeraskan.
Ketika kami merasa ditolak, ingatkan, bahwa Engkau telah menerima kami.
Ketika kami meragukan nilai diri, ingatkan, bahwa Putra-Mu wafat bagi kami.
Ketika kami merasa tidak layak, ingatkan, bahwa kerahiman-Mu selalu mengalir paling deras kepada yang lemah.

Teguhkan kami, ya, Yesus, agar kami setia berdiri di sisi-Mu dalam kasih, pelayanan, dan pengharapan. Sebab hanya dalam kerahiman-Mu kami hidup dan berbuah. Amin.

HD

(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)