“Healing is slow for a reason.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Pernahkah kita mendengarkan lagu dari Bosq “Pengen liburan” Woy…liburan lah liburan / wahh healing kita healing / working mulu” atau ” Full Senyum Sayang” dari miliknya Evan Loss? “Mbok Yo sing full senyum sayang/ Ben aku tambah sayang/ rasah pusing-pusing/ gek Ndang dandan/ Ayuk kita healing.
Healing, … healing, … Lagu healing itu cukup populer untuk anak muda. “Healing dulu, ah.” Kenapa? Karena dunia ini banyak orang sakit. Sakit hati, sakit karena kepahitan hidup. Sakit, karena dikecewakan, kebencian. Tidak heran, kalau orang sakit ini mudah menyakiti orang lain. Tidak heran pula, banyak orang butuh healing.
Healing itu jangan dipikir sekadar jalan-jalan, makan, tamasya, dan rekreasi. Healing yang sejati adalah mengampuni. Healing yang sejati adalah saat kita beriman sungguh pada Tuhan yang kita percayai dan kita bisa menyerahkan segala persoalan itu kepada Tuhan.
Masalah boleh datang, cobaan dan tantangan boleh menghadang. Penderitaan boleh terjadi, tapi yakinlah pemeliharaan Tuhan, akan kasih, anugerah, berkat, perlindungan, dan mujizat Tuhan selalu ada untuk kita. Ketika kita angkat tangan dan berserah pada-Nya, pasti Tuhan turun tangan.
Ayuk, kita healing agar kepala tidak pusing. Ayuk, kita healing agar hati makin bening. Jiwa pun makin bijak, damai, dan suci.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

