Mukjizat pertama dari para Rasul yang tercatat dalam Kisah Para Rasul setelah Pentakosta terjadi di salah satu pintu gerbang pada Bait di Yerusalem. Di situlah Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang pria lumpuh yang selalu duduk di dekat gerbang ini untuk meminta sedekah.
Gerbang atau pintu itu mengingatkan kita tentang Tahun Yubileum yang dirayakan oleh Gereja pada 2025 yang lalu. Umat sangat antusias berziarah ke Pintu Suci di Roma atau di tempat-tempat ziarah yang ditentukan oleh Keuskupan setempat. Pintu Suci itu melambangkan Kristus sendiri, “Akulah pintu; siapa masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan ke luar serta menemukan padang rumput” (Yoh. 10: 9).
Begitu pula, dalam kisah mukjizat pertama, Petrus mengatakan, “Emas dan perak tidak ada padaku, tapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, bangkit dan berjalanlah” (Kis. 3: 6). Dalam nama Yesuslah kesembuhan itu terjadi.
Marilah kita membuka hati pada kehadiran Yesus yang menyembuhkan, dan membuka hati pada sesama yang membutuhkan pertolongan kita.
“Ya, Tuhan, semoga dengan hati terbuka, kami selalu menyambut kehadiran-Mu dan mampukanlah kami untuk menghadirkan-Mu dalam hidup keseharian. Amin.”
Ziarah Batin
(adiutami.com / ziarahbatinkatolik.blogspot.com / Buku Ziarah Batin)

