Perihal pewartaan-Nya tentang akhir zaman, Yesus menggunakan ilustrasi yang begitu mengerikan tentang masa-masa berat orang Israel saat Kota Yerusalem itu dihancurkan oleh Babel. Yerusalem dikepung dan dibakar, orang-orang yang bertahan di dalamnya dibiarkan mati kehabisan bahan makanan. Akhir zaman akan didahului oleh penderitaan yang sangat dahsyat.
Hal itu tentunya tidak boleh melemahkan iman, harapan, dan kasih kita sebagai pengikut Kristus. Bagi umat yang setia, Yesus mengajak kita untuk mengangkat muka menyambut penyelamatan yang datang dari Allah. Bagi umat yang siap dan setia, Allah telah menyiapkan keselamatan sejati di mana akan dikumpulkan kalangan umat yang memiliki hati yang baru untuk setia kepada Allah.
Hidup kita selalu berada dalam tangan Allah. Kita percaya, bahwa Allah selalu campur tangan dalam hidup kita. Kita menyebut Dia sebagai Bapa dan tidak ada Bapa yang membiarkan anak-anaknya sakit dan menderita. Ia akan selalu datang untuk memberikan pertolongan. Namun, kita sering lupa dengan peran serta Allah, karena kita terlalu asyik dengan hidup dan persoalan kita atau terlalu yakin pada kemampuan sendiri. Karena itu, kita diajak untuk lebih dekat pada Allah agar dapat merasakan, bahwa kita tidak hidup sendiri, karena selalu bersama Yesus, Sang Penyelamat Sejati.
“Ya, Tuhan, banyak kesempatan tertunda karena kelalaian kami. Mampukanlah kami mempersiapkan hari-hari kami dengan baik sesuai rencana dan kehendak-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

