Jangan menunggu kita kaya dulu, baru berbagi; sebab berbagi itu bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi tentang sikap hati yang mau memberi kepada orang lain, bahkan jika ita tidak merasa memiliki.
Paulus mengajak kita untuk melihat contoh kemurahan hati dari umat di Makedonia. Meskipun mengalami kesulitan, tapi tetap berbagi dengan sukarela. la juga menegaskan, bahwa kemurahan hati yang tertinggi dapat dilihat dalam diri Kristus sendiri.
Yesus, yang memiliki segalanya, rela jadi miskin demi kita, sehingga kita dapat memperoleh kekayaan melalui kemiskinan-Nya. Yesus mengingatkan, bahwa setiap orang, termasuk mereka yang sulit untuk dicintai, adalah anak-anak Allah yang layak mendapat kasih dan kebaikan. Sebab itu, jadi pengikut Kristus itu standar kebaikannya harus di atas rata-rata dan tidak sekadar balas budi. Membalas kebaikan dari orang yang sudah berbuat baik kepada kita, itu namanya balas budi. Karena membalas budi itu semua orang bisa melakukannya. Kita harus lebih tinggi dari itu, yaitu berbuat baik, bahkan kepada musuh sekalipun.
“Ya, Tuhan Yang Maha Rahim, berikanlah kami keberanian untuk melampaui sekadar balas budi, tetapi untuk berbuat baik kepada semua orang, bahkan kepada musuh kami sendiri. Amin.”
Ziarah Batin

