Pada akhirnya, kita sampai kepada ‘titik’ yang kita mau, tapi sekaligus ‘cukup’: Sudah tidak butuh ini dan itu. Sudah tidak menginginkan ini dan itu. Hanya bilang, “Ini yang aku butuhkan. Cukup.”
Bagi mereka yang masih mengejar dan memenuhi kebutuhannya, saya doakan. Mengapa? Mereka belum bisa beristirahat. Masih bekerja keras.
Yang kita mau, tentu banyak. Yang kita mau itu bisa diraih, tapi bisa juga tidak bisa diraih.
Yang bisa sampai pada titik cukup, lalu apa yang harus dilakukan? Ditata jalannya, dinikmati jalannya, dan dilanjutkan prosesnya.
Sebab, jalan setelah ‘cukup’ adalah jalan penyerahan diri. Jalan menuju titik untuk semua orang: Baik untuk yang sudah menyadari atau yang tidak pernah berpikir sama sekali, karena sibuk dan masih banyak yang dimaui.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

