Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Langit mewartakan kemuliaan Allah dan cakrawala memasyhurkan pekerjaan tangan-Nya.”
(Mazmur 19: 1-2)
Bahasa Kaki Langit
Bahasa kaki langit
mengekspresikan keagungan semesta mewartakan cinta tulus ujung jemari sang pelukis kekal
Wahai
sang pencipta keabadian
sabdakan kepada kami
bahwa di ufuk langit memerah dikau hadir dan ada!
(Pada Sepotong Catatan)
Pandangan Santo Agustinus tentang Penampakkan Alam Semesta ini!
Bagi Santo Agustinus, penampakkan dan seluruh realitas wujud dari alam semesta ini, dianalogikannya dengan sebuah ‘buku’. Ya, buku sebagai sebuah sarana yang dapat membantu manusia agar mereka dapat memahami keagungan Tuhan. Sang Santo itu berkata, “Alam semesta ini ibarat sebuah buku yang digoresi oleh jemari tangan kasih Tuhan dan diharapakan, manusia dapat membaca tentang keagungan Tuhan melalui seluruh realitas isi ciptaan ini.
(Langit mewartakan kemuliaan Allah dan cakrawala memasyhurkan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.”
(Mazmur 19: 2-3)
Jadi, dapat kita konklusikan, bahwa penampakkan realitas dari seluruh isi alam ini, adalah ekspresi dari keagungan dan kuasa Tuhan. Mengapa? Bukankah segala sesuatu yang yang ada di dalamnya, menunjukkan kuasa, kebijaksanaan, kekuatan, kedasyatan, dan kasih Tuhan semata? Lewat seluruh penampakkan alam ini, akhirnya manusia dapat memahami sifat-sifat dan rencana ajaib Tuhan.
Tuhan telah menciptakan segala sesuatu yang konkret ini sangat berguna bagi kehidupan dan kebahagiaan manusia. Karena bukankah Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan niat, tujuan, dan makna yang sangat dalam, agar dapat membantu manusia menahami keagungan Tuhan.
Refleksi
“Tota Creatura Universi est Manifestatio Amoris Dei”
“Seluruh Isi Alam ini adalah Penampakkan Kasih Tuhan.”
“Tuhanku, gunung batuku, kubu pertahananku, penyelamatku, Allahku, batu karangku, tempat pertahananku, tanduk keselamatanmu, dan kota bentengku.”
(Mazmur 18: 2)
Kediri, 28 Maret 2026

