“Warisan berharga dari orangtua itu bukan harta, tapi karakter, pendidikan, nilai-nilai kehidupan, dan iman.”
– Rio.scj
…
| Red-Joss.com | Warisan terbaik yang diberikan oleh orangtua itu bukan harta yang melimpah. Melainkan karakter dan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan dalam diri anak-anaknya. Ketika kita terlahir sebagai orang kaya, tidak berarti kita adalah orang sukses. Begitu pula, ketika kita lahir tidak mempunyai apa-apa tidak berati kita adalah orang yang gagal.
Hidup itu tidak tentang materi, tapi bagaimana kita memberi arti. Hidup tidak hanya belajar dan bertumbuh, tapi berguna. Berbagi kebaikan, membawa perubahan, dan menebar kesucian. Tidak harus di depan orang, tidak harus luas jangkauannya, atau tidak juga harus melakukan hal-hal besar. Tapi cukup melakukan hal terbaik untuk orang-orang di sekitar kita, dan melakukan yang dikehendaki Tuhan.
Masa depan cemerlang itu ditentukan oleh seberapa tekun kita berproses dan mengembangkan diri. Banyak orang bilang masa muda adalah masa pencarian jati diri. Mencari yang sesuai passion, pengalaman, atau mencari jawaban. Untuk mencari, mencari, dan terus mencari.
Padahal jati diri itu tidak untuk dicari, tapi dibentuk, dilatih, dan dikembangkan. Kita bisa mencoba banyak hal, tapi harus setia pada prosesnya. Apa yang terlihat itu tak seindah realitanya. Dibutuhkan tanggung jawab, pengorbanan, komitmen, dan berani membayar harga. Jadi, jangan belum apa-apa sudah bilang tahu segalanya. Jangan sampai belum apa-apa malas untuk mendengarkan orang yang lebih tua. Jangan belum berbuat apa pun, kita sudah menyerah. Inginnya yang mudah-mudah. Kalau kita ingin yang mudah, maka masa depan jadi susah.
Be humble heart. Cobalah untuk memiliki kerendahan hati, mau mendengarkan, dan melihat dari berbagai sisi. Jadilah pendengar yang rendah hati yang bisa memilah dan memfilter semua masukan dan informasi. Berani untuk instrospeksi dan membuang komentar atau perkataan yang membuat rendah diri. Tapi rendah hati untuk mendengarkan, merenungkan, dan melaksanakan yang Tuhan mau. Untuk menggapai masa depan yang gemilang.
Don’t be afraid, jangan takut untuk berproses, belajar, bertumbuh, mencoba dan melangkah. Khawatir dan takut itu manusiawi, karena semua orang mengalami. Karena itu perkecil rasa takut, perbesar percaya diri dan kemauan. Ingat Tuhan memilih orang yang mau, bukan yang mampu.
Be faithful. Meski kadang kita tidak tau apa yang nanti terjadi. Meski kita melangkah tidak seratus persen sesuai dengan kemauan, tapi memilih percaya kehendak-Nya, dan pada rencana-Nya. Kita mengandalkan campur tangan Tuhan, karena DIA yang mengatur, memberi dan mencukupkan segalanya. DIA yang membuat hidup ini sukses, berguna, berarti dan abadi.
Lakukan yang terbaik tidak untuk menyenangkan orang lain. Karena identitas kita tidak ditentukan oleh orang lain. Tapi ditentukan oleh diri kita sendiri dan hidup berkenan di mata Tuhan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, scj.

