Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Salam Maria Penuh Rahmat Tuhan Sertamu”
(Kabar Gembira dari Malaikat Tuhan)
Hari Bermakna Sejarah
Hari sangat bersejarah itu, Jumat, (7/2/2005) di Vatikan, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyerahkan lukisan Bunda Maria, yang mengenakan kebaya merah dan kerudung mantila berwana putih, kepada Sri Paus Fransiskus.
Peristiwa istimewa ini terjadi saat Megawati, didampingi putranya, Mohammad Riski Pratama dan putrinya Puan Maharani yang juga Ketua DPR RI, bertemu Sri Paus di Residen Santa Maria, Vatikan city, Italia.
Undangan Sri Paus Fransiskus
Paus Fransiskus telah mengundang Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani untuk hadir dalam pertemuan para tokoh dan pemimpin dunia tentang hak-hak anak (World Leader’s Summit on Childresn’s Rights). Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ratu Rania al-Abdullah dari Yordania, mantan wakil presiden AS Al Gore, dan penerima Nobel Perdamaian Kailash Satyarthi.
Pada kesempatan emas nan sangat bersejatah itu, Puan Maharani yang juga sebagai Ketua DPR RI berpendapat, bahwa “Pertemuan ini sangat sejalan dengan upaya DPR RI dalam memperjuangkan hak-hak anak di Indonesia.”
Siapakah Wanita yang Bermantila Putih itu?
Hal ini pun mengingatkan saya akan “Antifon Catena Legionis,” “Siapakah Putri itu yang datang sebagai fajar menyingsing kemerah-merahan, indah penaka bulan, gemerlap laksana surya, dasyat bagaikan bala tentara yang siap sedia bertempur.”
Ya, ternyata sang Putri itu lewat caranya telah sanggup menginspirasi dunia untuk menyadari keagungan Sang Ilahi agar kita rela untuk bertekuk lutut di hadapan Sang Kebenaran sejati itu.
Simbol Keindonesiaan
Jika dalam kesempatan emas dan bersejarah itu, kepada Sri Paus diserahkan lukisan Bunda Maria yang berkebaya merah dan berkerudung mantila putih, hal itu secara implisit menyimbolkan khasanah budaya dan bendera bangsa Indonesia, merah putih, bukan?
Kini lukisan inspiratif sang Ibu kita, Bunda Maria akan terpampang indah di museum Vatikan city.
Di sisi lain, sebagai anak dari bangsa sebesar ini, kita patut berbangga hati atas kecermatan dan kecerdasan Ibu Megawati Soekarnoputri dalam memilih ide serta mewujudkannya dalam rupa sebuah lukisan Bunda Maria, sang Ratu Surga dan dunia kepada bangsa Indonesia.
Sepenggal Kidung Maria
“Hatiku bersukaria,
karena Allah Penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan
daku, hamba-Nya yang hina ini. Mulai sekarang
aku disebut yang
bahagia oleh sekalian
bangsa.”
(Catena Legionis)
…
Kediri, 10 Februari 2025

