“Sering kita kehilangan saat ini, karena terlalu sibuk mengejar masa depan.” -Markus Aurelius
“Time is money!” Apa iya waktu adalah uang. Benarkah hidup sesempit itu. Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, kalau sedikit. Kalau banyak uang itu bisa kok menciptakan kebahagiaan. Tapi bukan uang yang mau direnungkan, tapi soal waktu.
Ekspektasi tinggi sering membuat tensi tinggi. Target tinggi sering membuat hidup terasa berat. Takut dan kawatir sering membuat hidup ketar-ketir. Takut tertinggal, gagal, dipecat, tidak bisa memenuhi deadline, pokoknya takut dan takut. Itulah tekanan hidup. Karena itu kita santai aja bro… yang mempunyai hidup itu kita. Waktu kita sama, tapi yang berbeda itu adalah cara menggunakan dan mengaturnya. Makin bisa mengatur waktu, bukan kerjaan itu yang memperbudak kita, melainkan kita yang mengendalikan pekerjaan itu. Kita semakin bijak menggunakan waktu, maka waktu itu tidak terbuang sia-sia. Jangan sampai kita mengalami ‘toxic productivity’. Mati-matian bekerja, tapi kerja bukan karena ingin, tapi karena takut tidak dianggap dan diakui.
Markus Aurelius berkata, “Manusia kehilangan masa kini, karena terus berlari mengejar masa depan.” Berhentilah sebentar untuk merasakan nafas dan tenangkanlah pikiran ini. Waktu itu bukan alat tukar, melainkan ruang untuk hidup dengan sadar. Uang itu bisa dicari, tapi waktu yang hilang itu tidak akan pernah kembali. Waktu bukan uang, waktu adalah kehidupan kita sendiri. Waktu adalah kesempatan indah bersama Tuhan. “Life one day at the time.”
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

