Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Servis (layanan) yang baik hanya dapat diberikan oleh pekerjaan yang baik, yang kenal disiplin, yang dapat dipercaya.”
(PK Ojong)
Apakah Kecerdasan Relasi itu?
Kecerdasan Relasi / RQ (Relational Quotient) atau (Interpersonal Intelligence) (IQ interpersonal) ialah kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan dengan orang lain.
Di titik inilah kita mulai menyadari, mungkin ada satu jenis kecerdasan yang selama ini kita abaikan. Bukan kecerdasan berpikir. Bukan pula kecerdasan emosi, melainkan kecerdasan yang bekerja di ruang di antara berbagai dimensi. Kecerdasan untuk hadir, menyelaraskan diri, dan mengelola keterkaitan antar-elemen yang dikenal dengan kecerdasan relasi. Demikian Eillen Rachman & Emilia Jakob, konsultan SDM lewat tulisan mereka. Kompas, Sabtu Minggu, (21 22/2/2026), berjudul, “Kecerdasan Relasi.”
Dari sisi fundamental, kecerdasan relasi dianggap sebagai ‘inti’ dari kecerdasan, karena mampu memahami pola keterkaitan dan hubungan. Bahkan dalam konteks sosial, kecerdasan relasi adalah kemampuan untuk memahami hubungan manusia secara sadar dan bertanggung jawab, demikian Eillen & Emilia.
Ditegaskan pula oleh keduanya, bahwa ‘RQ tidak ada hubungan dengan EQ’, karena keduanya bergerak di wilayah yang berbeda. Bukankah EQ itu membantu kita mengelola emosi, sedangkan RQ masuk lebih dalam dan tidak berhenti pada perasaan, tapi pada apa yang sedang terjadi.
Hal ini dapat dibuktikan, bahwa orang yang cerdas intelektual (IQ), dan matang secara emosional, namun gagal membangun hubungan yang aman. Orang boleh pintar, empati, namun tidak nyaman dijadikan sandaran, tegas keduanya.
Beberapa Elemen Penting dari Kecerdasan Relasi
- Attunement, sanggup menyelaraskan diri dengan suasana dan kebutuhan orang lain. Kapan, saya menawarkan solusi.
- Posotive Regard, yakin bahwa setiap orang layak diperlakukan dengan hormat, sekalipun berbeda pandangan.
- Service Orientation, punya niat untuk menciptakan nilai dalam hubungan.
- Personal Accountability, kesediaan untuk bertanggung jawab atas dampak dari perilaku kita.
- Trust Cultivation, mampu memelihara kepercayaan lewat hal-hal kecil yang konsisten, hingga terbentuk hubungan yang mutualism (saling menguatkan).
Konklusi
Maka, dapat dikonklusikan, bahwa RQ adalah kecerdasan yang menjaga manusia agar tetap manusiawi. Demikian Emilia & Eillen mengakhiri tulisan mereka.
Refleksi
- Melihat fenomena hidup manusia yang serba pragmatis dan praktis, maka kita sangat membutuhkan pribadi yang mampu untuk hidup bersama dengan orang-orang lain.
- Dalam kesenyapan, RQ akan menemukan tempatnya sebagai sebuah kecerdasan yang sangat menentukan kebahagiaan hidup antarmanusia.
Sekali lagi!
Bukankah, RQ adalah kecerdasan yang menjaga manusia agar tetap manusiawi?
Kediri, 22 Februari 2026

