Pada zaman sekarang, media sosial benar-benar memiliki kekuatan dahsyat dalam masyarakat kita. Dari berbagai survei, media sosial dapat diurutkan berdasarkan jumlah penggunanya, yaitu WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, dan Telegram. Banyak orang mudah sekali jadi viral melalui media sosial seperti ini.
Tuhan Yesus viral sepanjang zaman. Dia jadi viral, karena perbuatan kasih yang dilakukan-Nya kepada manusia yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.
Dikisahkan, bahwa Yesus dan para murid-Nya menyingkir ke Galilea. Ketika itu banyak orang mencari Dia dari berbagai daerah, yakni Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon yang berada di luar komunitas Yahudi (bdk. Mrk. 3: 7-8).
Begitu banyak orang sakit yang berdesak-desakan datang kepada Yesus untuk disembuhkan melalui, sentuhan tangan-Nya. Roh-roh jahat pun tunduk dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah (bdk. Mrk 3: 11).
Tuhan Yesus viral, tapi tidak meninggikan diri-Nya. Dia bahkan mengorbankan diri-Nya bagi keselamatan manusia. Dia selalu berkeliling dan berbuat baik, tanpa kenal lelah. Tepat sekali perkataan ini: “Tuhan Yesus tidak seperti Imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan kurban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan Yesus satu kali untuk selama-lamanya, ketika la mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban” (Ibr.7:27).
Apakah kita juga rela berkorban bagi kebaikan sesama kita?
“Ya Tuhan, berilah kami hati yang bijaksana dan rela berkorban bagi sesama di sekitar kami.” Amin.
Ziarah Batin

