Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Aku tidak pernah melihat nikmat yang melimpah, kecuali di sisinya ada hak yang disia-siakan.”
(Imam Ali)
Kekacauan Melahirkan Kekacauan
Sebuah kekacauan di dalam hidup kita, ibarat “bunga-bunga api yang terbang entah ke mana. Ia akan mengangkasa, mengitari, membakar, dan memusnahkannya.” Fakta hidup ini telah membuktikannya, bahwa kekacauan itu akan melahirkan sebuah kekacauan lagi, yang bahkan akan kian mengacaukan.
Citra Sederhana Seorang Pemimpin
Artikel “Pemimpin Sederhana Idaman Rakyat” (Kompas.id, 1/9/2025) sepatutnya dibaca wakil rakyat dan para pemimpin negeri ini. Artikel itu menampilkan teladan gaya hidup pemimpin di Denmark, Kosta Rika, hingga Belanda yang memilih hidup sederhana, sehingga warganya menaruh percaya. Demikian paragraf pertama tulisan MS Marsaoly, jalan Trans Halmahera, Desa Teluk Buli, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara dalam kolom Surat kepada Redaksi, Kompas, Rabu, (3/9/2025) berjudul, “Citra Sederhana Seorang, Pemimpin.”
Dicari Figur Pemimpin Sederhana
Tulisan ini berjudul, “Verba Movent, Exempla Trahunt,” yang berarti “Kata-kata itu mampu menggerakkan, tapi suri teladan, justru lebih memikat hati.”
Seperti seuntai kalimat emas yang tertulis dalam kolom pembaca, bahwa “Amarah itu tidak pernah jatuh dari langit. Ia terkumpul, menumpuk, lalu pecah. Mungkin benar kata Imam Ali: Aku tidak pernah melihat nikmat yang melimpah, kecuali di sisinya ada hak yang disia-siakan.”
Sebuah kekacauan itu pasti ada faktor penyebabnya. Jika ‘Ada asap, berarti pasti ada apinya,’ demikian ungkapan orang tua-tua kita dulu. Kekacauan itu adalah anak sulung alias buah-buah ranum dari sebuah akar masalahnya, bukan?
Di Manakah Sang Suri Teladan Handal?
Masyarakat kita lebih membutuhkan keteladan hidup konkret daripara wakil rakyat dan para pemimpin mereka. Masyarakat kita lebih tertarik pada aspek keteladanan konkret, daripada mimbar pidato.
Lewat kolom surat kepada pembaca, MS Marsoaly menyoroti suri teladan kesederhanaan yang ditampilkan oleh:
- Ratu Mary dari Denmark, yang sekalipun tunjangan hidupnya mencapai ratusan miliar rupiah, namun lebih memilih memakai gaun yang cenderung sama. Hal ini berdampak positif, karena Ratu sangat dipercayai.
- Kosta Rika, negeri mungil di Amerika Tengah ini memilih membubarkan militer. Anggaran itu dialihkan untuk pembangunan pendidikan, rumah sakit, dan pelestarian hutan. Hasilnya? Warganya hidup bahagia dan sejahtera.
- Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda, selama 10 tahun memimpin, ia malah bersepeda saat pergi dan pulang berdinas. Dilukiskan juga, bahwa suatu hari, di saat ia menumpahkan kopi ke lantai, beliau sendiri yang berjongkok untuk mengepel lantai.
Lain Padang Lain Belalang, Lain Lubuk lain pula Ikannya
Inilah peribahasa bangsa kita, yang bermakna, bahwa keadaan dan tradisi di suatu tempat, tidaklah selalu sama untuk di tempat yang lain. Tentu ada faktor perbedaannya sesuai tradisi dan aspek budayanya. Perbedaan ini patut dihargai.
Perlu Bermawas Diri
Di sisi yang lain, ketika para wakil rakyat dan para pemimpin kita, justru hidup dalam kemewahan serta bertindak sesuka hatinya, sedang masyarakat justru masih hidup di bawah garis kemiskinan, maka hal inilah yang jadi batu sandungan. Inilah faktor pemicunya. Maka, hendaknya para wakil rakyat dan para pemimpin kita sanggup berempati lewat sikap bermawas diri.
Sejujurnya, kita sangat membutuhkan figur kepemimpinan yang tahu dan sadar diri tinggi.
“Nose te Ipsum“
(Kenalilah dirimu sendiri).
…
Kediri, 6 September 2025

