| Red-Joss.com | Subuh pagi ini saya menerima WA dari sahabatku: “Mas, mohon bantuan doa, sebentar lagi kami akan menghantar cucu ke 4 untuk dibaptis.” Saya menyanggupi: “Siap, kabar baik. Nanti saya ajak teman-teman Lingkungan untuk membantu berdoa.”
Tidak semua, tapi menurut saya sudah lebih dari cukup untuk menyadari bersama, bahwa pembaptisan adalah langkah paling hakiki agar anak terbebas dari kebutaan rohani. Menyadari juga, bahwa jadi orangtua yang rohani itu tidak mudah. Tidak sanggup hanya sendirian. Butuh banyak teman. Banyak pengalaman dari teman-teman yang terkejut seperti tersengat listrik, ketika anaknya dewasa, “Koq anakku begini? Tidak mau ke gereja, terlebih berpisah dari komunitasnya.” Itulah yang disebut dengan ‘kebutaan rohani’, seperti kisah Bartimeus.
Tetap meminta, tetap berdoa. Bartimeus berseru pada Yesus, “Yesus, anak Daud…kasihanilah aku.” Mungkin orang-orang berkata, “Diam…diam…! Jangan terlalu radikal” Dia berteriak lebih keras lagi, “Yesus, anak Daud…! Kasihanilah aku!”
Membawa anak-anak untuk dibaptis adalah vaksin rohani dasar. Lanjut dengan pemberian vaksin-vaksin berikut: berdoa, misa, doa lingkungan, sekolah minggu, dst.
Selalu harus waspada. Karena cobaan yang membutakan penglihatan rohani itu makin dahsyat dan cepat sekali berkembang dengan aneka varian.
Salam bahagia untuk para orangtua yang anaknya dibaptis hari ini. Terima kasih untuk umat yang terus berdarma bakti menolong para orangtua membawa anak mereka pada pembaptisan. Sungguh luhur hati mereka! Sudahkah berterima kasih?
Salam sehat.
…
Jlitheng

