| Red-Joss.com | Hidup ini tidak harus muluk-muluk. Lebih baik dijalani ‘step by step’, sepenuh hati, dan ikhlas agar Allah menyempurnakan hasilnya.
Sederhana, hidup ini sederhana. Karena yang rumit dan sulit itu datang dari keinginan dan pikiran sendiri.
Begitu pula dalam menjalani hidup keseharian. Saya melakukan secara totalitas sebagai nilai pertanggung-jawaban saya kepada Allah.
Serius itu tidak cukup, karena apa pun pekerjaannya harus dilakukan dengan komitmen, konsisten, dan tutas.
Saya juga tidak main-main, ketika dipercaya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, baik perorangan atau dengan kelompok. Bahkan, jika ada anggota tim yang bekerja asal-asalan dan malas, saya langsung mengingatkan untuk fokus pada pekerjaan dan agar tidak mengganggu yang lain.
Bagi saya, komitmen, konsisten, dan menuntaskan suatu pekerjaan itu harga mati. Saya sangat ketat mengelola waktu. Karena waktu itu sangat berharga. Jika ingin dihargai orang lain, hendaknya kita menghargai waktu.
Saya streng mengatur waktu tidak berarti wajah saya jadi angker, seriusan, dan tanpa senyum. Sebaliknya, saya murah senyum, ramah, dan mudah bersahabat. Saya disiplin dengan waktu, karena waktu itu sangat berharga. Saya tidak mau mengecewakan orang-orang yang saya cintai: baik keluarga, sahabat, dan teristimewa Allah yang anugerahi hidup ini.
“Apakah saya sukses, berprestasi, dan kaya raya?”
Maaf, apakah tujuan hidup itu untuk mengejar hal dan kenikmatan dunia semata?
Maaf, jangan pernah menilai orang dari sudut pandang yang sempit, picik, dan didasari materi.
Sesungguhnya tujuan hidup tiap pribadi itu tidak sama.
Jujur, saya tidak ambisius untuk mengejar sukses dalam segala hal, apalagi yang berkaitan dengan keduniawian.
Bagi saya pribadi, hidup ini harus disyukuri dan dinikmati. Saya tidak
mengejar pengakuan dunia, karena bakal kecewa dan menderita sendiri.
Orang yang berbahagia itu yang mudah bersyukur. Fondasinya adalah kasih Allah agar kita hidup saling mengasihi, dan bahagia.
…
Mas Redjo

