Red-Joss.com – Apa pun usahanya itu harus “dibentengi” agar tidak diganggu dan diusili oleh orang yang sirik. Sehingga usaha jadi lancar jaya dan sukses.
Maaf, mohon jangan salah persepsi, tafsir, berpikir jelek atau hal negatif lainnya.
Sesungguhnya maksud dari usaha yang dibentengi itu tidak berkaitan dengan klenik atau jimat yang biasa digunakan orang untuk menangkal marabahaya, memperlancar usaha, atau yang dipakai saat melamar kerja maupun tes pekerjaan.
Jadi, jangan pernah berasumsi jelek dan negatif. Bahwa, jika orang yang usahanya lancar jaya, jabatannya meroket, dan dipercaya jadi tangan kanan bos itu identik mengunakan jimat, aji pengasihan, atau sejenisnya.
Coba berpikir positif, amati, dan cari informasi yang benar, atau bertanya langsung pada mereka yang menjalani hal itu agar kita tidak mudah menghakimi dan meracuni hoax pada orang lain.
Sesungguhnya, orang benar selalu bertindak benar. Orang jujur yang selalu bersyukur, hidupnya dicukupkan oleh anugerah Allah.
Jujur, Benar, dan Beriman
“Pernah terjadi di suatu pagi saat toko ramai. Seorang melakukan ritual di parkiran sambil melafal mantra. Ia mengatakan agar toko dibentengi, sehingga tidak diusili dan dikerjai oleh orang yang sirik atau persaingan bisnis,” kata Sudarjo menceritakan pengalamannya. Ia lalu mendekati orang itu, dan mohon maaf. Ia tidak menggunakan hal seperti itu, karena hukumnya haram, dan termasuk perbuatan syirik.
Bagi Sudarjo, agar usaha lancar dan maju itu modal utamanya adalah membangun kejujuran, bekerja keras, dan bertekun dalam doa.
Dengan membangun kejujuran, kita memperoleh kepercayaan dari pemasok barang dan pelanggan.
Dengan bekerja keras, kita ditantang untuk memberikan yang terbaik pada pelanggan, baik dalam pelayanan maupun kualitas barang.
Dengan bertekun dalam doa, kita diajak bersyukur dan berserah pada penyelenggaraan Allah, sehingga rezeki kita selalu dicukupkan.
“Dasar usaha itu modal utamanya adalah jujur, benar, dan beriman pada Allah agar kita selalu dilindungi-Nya dan dijauhkan dari yang jahat,” kata Mang Eddy menambahkan.
Bagi Sudarjo dan Mang Eddy sangat meyakini, bahwa usaha yang dilandasi kejujuran itu mampu membuka pintu rezeki dan melancarkan usaha. Sebaliknya orang yang berbuat curang itu membatasi rejekinya sendiri.
Sepakat…?!
…
Mas Redjo

