“Sebelum kita berbuat lebih banyak, Yesus mengundang kita untuk sejenak bersama-Nya: dipulihkan oleh kehadiran-Nya, dan diperbarui oleh kerahiman-Nya.”
Para murid kembali kepada Yesus dengan hati meluap: cerita tentang mengajar, menyembuhkan, dan hidup yang disentuh. Mereka telah memberi begitu banyak, namun juga membawa beban tersembunyi: kelelahan, kebingungan, dan duka atas wafatnya Yohanes Pembaptis, hamba-Nya yang setia.
Dalam momen yang penuh kelembutan ini, Yesus menerima mereka apa adanya. Ia tidak menuntut lebih. Ia mengundang mereka untuk menyingkir sejenak, untuk beristirahat: bukan dalam keberhasilan mereka, atau dalam penilaian manusia, melainkan dalam kehadiran-Nya.
Ya, Allah, betapa hal ini mencerminkan hidup kami. Sering kali kami mengukur nilai diri dari apa yang kami lakukan, seberapa banyak kami memberi, atau seberapa baik kami diterima. Tapi Putra-Mu mengingatkan, bahwa kami tidak dipelihara oleh aktivitas, melainkan oleh keintiman dengan-Mu.
Ketika orang banyak tetap datang, yang lapar, gelisah, mencari arah. Yesus melihat mereka dan tergerak oleh belas kasih yang mendalam. Ia tidak berpaling. Ia jadi Gembala mereka, sebab mereka seperti domba tanpa Gembala.
Dalam Injil, kami melihat hati Allah sendiri: hati yang tahu kapan harus beristirahat, dan hati yang tidak pernah lelah mengasihi.
Seperti Salomo, kami diajak untuk tidak meminta kuasa atau keberhasilan, melainkan hati yang mau mendengarkan dan mau dibentuk oleh hikmat-Mu dan dijaga oleh Sabda-Mu. Seperti yang diajarkan Pemazmur, sabda-Mu adalah yang memurnikan langkah kami dan jadi sukacita sejati kami.
Bapa, ajarlah kami mendengar suara-Mu setiap hari. Kadang memanggil kami untuk melayani, atau memanggil kami hanya untuk tinggal bersama-Mu. Segarkan kami dalam doa, pulihkan dalam keheningan, dan kuatkan kami agar dapat mengasihi dengan setia.
Yesus, Gembala yang Baik,
bentuklah hati kami seturut hati-Mu. Dalam suka maupun duka, dalam kerja maupun istirahat, kami menaruh kepercayaan penuh kepada-Mu.
Yesus, kami percaya kepada-Mu.
Kami serahkan dan percayakan segalanya kepada-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

