Calon Mantu – 29 | Oleh Mas Redjo
Restoran R di bilangan AS itu tidak sulit ditemukan, karena lokasinya di huk dan tidak jauh dari pintu masuk. Restoran R menempati gedung dua lantai. Bagian belakang lantai bawah yang terbuka dan di tanami pepohonan yang hijau segar itu berkesan lebih asri alami.
Saya bertanya pada bagian penerangan restoran untuk tempat yang dipesan oleh Kus. Ternyata Kus memilih lantai atas. Saya dan In menaiki anak tangga. Saya lihat Kus dan Nana duduk di pojok ruangan menghadap ke jalanan. Nana langsung melambaikan tangan ke arah In. Mereka lalu bercipika cipiki.
“Bagaimana kabarnya mas Jo?” sapa Nana melengeh.
“Baik. Kau tambah seger โฆ kayak dari aquarium,” gurau saya. “Beda sama di sebelahnya, kusem!”
Kus ketawa.
“Nggak apa. Yang penting sudah laku,” Kus tak acuh sambil melirik Nana.
“Kau memang banyak hoki. Untung Nana nggak nyesel.”
Nana menggoyangkan kepala. Ia tidak kaget dengan selorohan Mas Jo, kalau ketemu suaminya kadang kebablasan. Orang lain dianggap tidak ada.
“Kapan Ote pulang, Mas?”
“Awal bulan โฆ ya, kalau nggak kecantol amoy.”
“Mas ini nggak pernah serius. Bercandaan melulu,” sungut Nana.
“Kalau terlalu serius nanti stres. Seperti yang duduk di sebelah Dik Nana. Mendingan, bekerja sambil main, tapi uang banyak. Benar ya, Kus?!”
“Itu yang dicari. Hanya rumusnya belum ketemu,” kata Kus sambil melihat-lihat menu. “Kau mau makan apa, Jo?”
“Yang enak dan gratis,” kata saya sambil melirik Nana. “Ada acara khusus, Na?”
“Ya, โฆ ini acara Kus, Mas.”
“Lho, Kus pagi tadi bilang acaramu. Yang bener yang mana?”
“Begitu saja diributin. Yang benar acara berdua,” In menengahi.
“Ya!”
“Kau ngundang yang lainโฆ?” tanya saya melihat dua meja yang digabung menjadi satu.
Kus menggeleng.
“Kita mau nunggu siapa lagi?” Kus balik bertanya. “Soal meja? Dari tadi begitu.”
Saya tak menanggapi. Saya juga tidak mau berpikir jauh, karena tak ada gunanya.
Malam itu suasana di R tidak terlalu ramai, tidak seperti biasanya. Di lantai dua hanya meja kami yang terisi. Barangkali karena hujan gerimis mulai turun.
Jam dinding baru menunjukkan pukul 19.10.
“Mbak hanya pesan salatโฆ?” tanya Nana.
Selanjutnya baca di Calon Mantu – 29 | Undangan di Balik Cinta

