Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Ternyata tidak sedikit di dalam ayat-ayat Alkitab, yang menampilkan kehadiran ular-ular di dalamnya. Ada ular tedung, ular tembaga, ular beludak, ular naga terbang, dan juga ada ular tua. Binatang reptil yang sangat menjijikan ini, ternyata sangat dikenal di dalam Alkitab.
Bukankah kejatuhan sang manusia Adam dan Hawa di taman Eden pun, justru karena termakan bujuk rayu si ular licik?
Di dalam kepercayaan bangsa kuno, atau juga di dalam mitologi Timu Tengah, bukankah ular dihubungkan dengan roh-roh jahat?
(Kejadian, 3: 1-5).
Lalu, apa itu ular beludak? Inilah simbol si penjahat, licik, si lihai yang penuh tipu muslihat.
Yesus juga pernah memberikan cap sebagai ular beludak kepada orang yang berjiwa licik dan penuh tipu muslihat.
“Tetapi ketika Ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah Ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludakโฆ!”
(Matius 3: 7).
Ular Beludak ternyata sudah menjadi simbol orang jahat/kejahatan dan tipu muslihat sejak zaman Yesus.
Bagaimana di zaman kita? Masih hidupkah ular beludak? Atau masih hidupkah orang-orang yang berjiwa licik dan berhati jahat laksana ular beludak?
Mari kita kembali memasuki gerbang nurani kita, sambil kritis bertanya, “Apakah aku juga laksana seekor ular beludak?”
Hanya Tuhan yang tahu. IA melihat hati kita.
…
Kediri,ย 29ย Agustusย 2023

