Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Vivere Militare est“
Hidup adalah Perjuangan
(Seneca)
…
Ungkapan Menantang
Ada sejumlah ungkapan ‘konyol dan yang sangat menantang’ di dalam mengarungi samudera peradaban manusia. Antara lain, “Hidup ini tidaklah sekadar bagai membalikkan telapak tangan.” Atau “Rezeki tidak pernah turun dari langit.” Juga “Tidak ada kata menyerah demi memenangkan suatu perjuangan.”
Sudah lazim dan kita sering mendengar serta mencoba untuk menarik sebuah ‘garis kebenaran’ dari ketiga buah ungkapan itu berdasarkan realitas hidup ini.
Bukankah ketiga buah ungkapan bernuansa estetis ini, justru mengandung sebuah tantangan?
Secara gamblang dan transparan, ketiga buah ungkapan ini secara tegas mengatakan, bahwa “Sesungguhnya, hidup ini sangat berat.”
Kisah Pilu Bermakna
Seorang anak yang berusia delapan tahun merengek-rengek minta sepotong ikan bakar kepada Ibunya.
Tapi Ibunya berpura-pura tidak mendengar rengekan itu, karena ia tidak memiliki sepotong ikan bakar.
Karena anak terus memaksa sambil merengek, Ibu itu mengambil sebuah mata kail dan berkata, “Nak, pergilah kau ke samudera biru bergelora. Buanglah mata kailmu ini ke dasar laut. Ibu sangat yakin, bahwa pada ujung mata kail itu, bergantung seluruh harapan kita!”
(Kisah Bermakna)
Pada Ujung Mata Kail Kehidupan
Seneca dengan tegas berujar, โVivere militare estโ, Hidup adalah Perjuangan (to live is to fight). Mengapa dan apa esensi dasarnya?
Sesungguhnya, Tuhan tidak pernah menjanjikan kepada kita untuk hidup seenak serta semau gue, bukan? Tuhan, bahkan memerintahkan kita untuk menguasai dan menundukkan isi alam ini. Artinya kepada kita diharapkan untuk berjuang demi memperoleh rezeki di atas bumi maya ini.
Makanlah Rezeki Sendiri
Berjuanglah untuk mendapatkan sesuap nasi. “Barang siapa tidak bekerja, janganlah ia makan,” tantang santo Paulus.
Dua Buah Petuah
Saya mengutip dua buah petuan berupa ungkapan bermakna ini demi meneguhkan keyakinan kita, bahwa sungguh amat penting perjuangan kita untuk meraih suatu kemenangan serta kebahagiaan hidup.
- No thorn no crown: demi meraih mahkota, orang tidak bisa menghindari duri.
- No pain no gain: demi mencapai suatu yang prima, orang harus melalui dengan penderitaan.
Demikianlah alur kehidupan yang harus kita lewati dalam menghadapi realitas hidup ini.
Seperti Sysiphus yang saban hari harus mendorong sebuah batu besar dari lembah ke puncak gunung, begitu pula kita!
Nasib, oh, sang nasib!
…
Kediri,ย 29ย Oktoberย 2024

