“Money is not everything, tapi tidak punya uang membuat pusing.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Kadang bener juga, tidak mempunyai uang itu membuat kita pusing. Semua orang butuh uang itu pasti! Bahkan sepanjang hari ini dihabiskan untuk mencari uang. Tuhan seperti kalah populer dengan uang. Waktu untuk Tuhan juga amat sangat sedikit. Cuma beberapa menit dari 1440 menit sehari. Itu juga kalau ingat, karena kita lebih banyak lupanya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan uang. Yang salah itu adalah persfektif kita tentang uang. Bila uang jadi segala-galanya dalam hidup, maka nomer satu dalam hidup ini, ya uang. Bila uang ditempatkan sebagai nilai tukar, nilai yang dikejar juga berbeda. Bila uang dilihat sebagai rezeki, berkat, dan anugerah, maka kehadirannya jadi syukur dan pujian kita pada Tuhan.
Bicara tentang uang, berhubungan juga dengan investasi. Ada banyak pilihan investasi; tabungan, reksa dana, deposito, properti, bisnis, logam mulia, dan lain-lain.
Boleh saja banyak pilihan, tapi kita harus tahu, setiap pilihan itu pasti ada resiko. Semakin besar investasi, maka semakin besar pula resikonya. Prinsip yang benar adalah investasi untuk jangka panjang.
Ivestasi itu penting, tapi investasi paling penting adalah investasi untuk kerajaan Surga. Kejarlah uang dengan iman. Gunakan uang dengan bijak. Jadikan uang sebagai rezeki. Rezeki untuk belajar mensyukuri dan berbagi. Maka uang yang duniawi itu akan mendewasakan hidup rohani.
Investasikan hidup ini tidak melulu pada hal duniawi. Investasikan pula hidup pada hal surgawi. Tuhan sendiri bilang, “Carilah dulu kerajaan Surga dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”
Ternyata prinsip sukses itu sederhana. Namun prinsip sukses menurut Tuhan ini tidak menarik. Pakailah prinsip Tuhan mulai hari ini dan selamanya. Tidak untuk hanya Surga, tapi bonus berlimpah dalam hal duniawi juga akan diberikan pada kita.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

