Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Ucapan turut berduka atau berbelasungkawa adalah sebentuk ungkapan/cara mengekspresikan perasaan turut bersimpati dan berempati dengan keluarga yang ditinggalkan atas kematian seorang anggota keluarga.
Ungkapan ini adalah sebentuk tradisi baik, yang dapat membantu meringankan beban psikologis penderitaan dan kesedihan keluarga yang berduka.
Ungkapan duka ini, biasanya diekspresikan lewat ucapan, bantuan materi, atau pun yang sangat lazim, ialah dalam bentuk seuntai karangan bunga duka.
“Ucapan Duka,” tujuannya mengajak kita untuk bersikap peduli atas penderitaan sesama. Kita diharapkan memahami, bahwa secara psikologis pihak yang berduka akan sangat terhibur atas partisipasi kita dalam wujud apa pun.
Inilah sebentuk solidaritas kemanusiaan yang bertujuan sangat mulia. Di dalam aksi kemanusiaan ini, kita, sang manusia dapat belajar untuk menajamkan naluri tulus kemanusiaan kita.
Seperti Yesus yang secara transparan telah memperlihatkan tindakan cinta-Nya di saat Dia menangisi kota Yerusalem. Juga di saat Yesus menangisi Lazarus yang meninggal.
Semoga, tradisi ekspresi kepedulian ini, dapat menjadi aksi spontan kemanusiaan kita, di mana dan kapan pun.
“RIP
et vivat ad aeternam“
…
Kediri, 21ย Novemberย 2023

