“Apa pun pekerjaan atau profesinya, jika dijalani tulus hati, dijamin mendatangkan rezeki.” -Mas Redjo
…
Melayani tulus hati untuk memberi yang terbaik itu ternyata hasilnya sungguh mencengangkan, bahkan di luar matematika manusia!
Bagaimana tidak. Meski ekonomi dunia sedang melambat, lesu, dan krisis pembeli. Puji Tuhan, usaha saya tetap stabil.
Rasa bersyukur untuk bertekun doa dan berserah pasrah itu membuat orderan mengalir lancar.
Kesibukan harian setelah mobil barang ke luar adalah, saya masuk ruangan untuk berintimasi dengan Tuhan, lewat membaca, menulis renungan rohani, atau berdoa.
Dengan membiasakan berintimasi itu membuka pintu rezeki. Karena saya percaya, bahwa kuasa doa itu dahsyat!
Dengan berdoa, saya memohon agar di situasi ekonomi yang sulit ini rezeki pelanggan saya diberi kelancaran dan dimudahkan Tuhan.
Begitu pula dengan pelanggan saya yang bermasalah agar diingatkan Tuhan akan kewajiban mereka.
Bagi yang memberi hutangan itu mempunyai hak dan kewajiban mengikhlaskan si terhutang, supaya hutang itu tidak jadi ganjalan atau beban di hati, sekaligus menghambat datangnya rezeki.
Sebaliknya si terhutang itu wajib melunasinya agar hutang itu tidak dibawa mati, dan jadi beban jiwa di pengadilan akherat.
Dengan mudah bersyukur dan berserah ikhlas, saya dilimpai damai sejahtera dan bahagia.
Ikhlas hati itu mendatangkan rezeki. Anugerah-Nya luar biasa!
…
Mas Redjo

