Oleh; Fr. M. Christoforus, BHK
“Sang guru sejati telah
turut menulis hari
depanmu lewat ujung
jemari tulusnya.”
(Amanat Kearifan Hidup)
Refleksi:
‘Keelokan tulisan Guru adalah simbol ketulusannya dalam membimbing dan menuntun murid di jalan hidup ini.’
‘Tulisan elok Guru bermakna, bahwa seluruh kehendak tulus Guru turut menggambarkan nasib dan hari depan murid.’
‘Lewat peran hebatnya, ia telah turut mengukir masa depan murid.’
Puisi
Guru
sejati telah menulis hari depanmu lewat ketulusannya.
Dia
setia merakit hari depanmu lewat tulisan elok berjemari seni.
Dialah
sang inspirator tiada tara buat membangun aneka potensimu.
Maka,
Matanya laksana mentari mungilmu
Telinganya bagai daun-daun gerbang sadarmu
Hidungnya seumpama corong ekspresi hidupmu
Mulutnya bak gerbang swara sadarmu
Sang guru sejati,
mari tuliskan masa depan kami lewat elok jemarimu
(Pada Sepotong Catatan)
Nafas dan Harapan
Puisi ini bernafaskan sebuah himbauan dan harapan tulus yang mengalir dari dalam sanubari para murid, agar Guru agung mereka mampu memberikan dan mengukir secercah cahaya harapan di dalam dada muda mereka.
Para murid di sepanjang masa sungguh sangat mengidealkan hadirnya sesosok Guru yang berjemari elok lewat tulisan tangannya. Artinya sosok guru yang sungguh sebagai Guru: sosok yang setia, tulus, jujur, sederhana, rendah hati, dan pemaaf sejati.
Bukankah guru sejati adalah sang inspirator sejati? Ia hadir dan mampu menghipnotis para muridnya lewat seluruh sepak terjangnya yang berujung dapat membangkitkan imajinasi serta inspirasi bagi para murid untuk jadi sosok-sosok pribadi yang inovatif, kreatif, serta inspiratif dalam hidup mereka kelak.
Maka, indra: mata, telinga, hidung, dan mulut Guru hendaknya jadi sumber yang dapat mendatangkan rahmat serta kebahagiaan bagi para muridnya.
Para Murid pun Mendambakan
“Sang guru sejati, mari tuliskan masa depan kami lewat elok jemarimu,” demikian larik paling akhir dari puisi ini.
Tulisan elok sang Guru adalah simbol totalitas pengabdian tanpa syarat sebagai persembahan dari guru sejati. Karena bukankah Guru itu adalah suluh berapi abdi? Dialah pemberi terang yang mampu menerangi kegelapan hati para murid.
Konklusi
Semoga spirit dan idealisme sejati yang dihembuskan lewat nafas hidup dari tulisan ini, mampu mencambuk serta menginspirasi para Guru sejati.
…
Kediri, 5 Mei 2025

