Pada saat wisuda dan syukuran atas berhasilnya kuliah, anak sulung dari tiga bersaudara itu tidak henti-henti mengucap syukur dan terima kasih. Pertama-tama adalah ucapkan kepada Tuhan yang selalu memelihara dan melindunginya selama kuliah. Berikutnya kepada kedua orangtua yang sangat peduli dan penuh kasih mendukungnya, meski menghabiskan enam tahun kuliah. Ia benar-benar salut, hormat, dan sayang kepada mereka.
Ia bercerita, selama waktu kuliah ia harus berhenti selama dua kali. Yang pertama, saat ia bersama aktivis mahasiswa harus berurusan dengan pengadilan dan menjalani tahanan. Yang kedua, ketika ia terlibat kecelakaan sepeda motor, waktu pengobatan dan pemulihan atas dirinya. Kedua peristiwa ini memaksanya untuk berhenti kuliah sekitar lebih dari satu tahun.
Bagaimana reaksi keluarga dan khususnya kedua orangtuanya?
Meski dengan segala penyesalan dan kekecewaan, mereka tetap jadi orangtua bagi anaknya. Dengan cara itu anak tetap mengandalkan peran orangtuanya untuk memberikan dukungan dan kekuatan. Anak juga jadi sangat bergantung kepada orangtua. Segala kesabaran, keikhlasan dan perjuangan orangtua yang tidak pernah berkurang itu yang membuat ia mampu melewati masa sulit dan bangkit untuk melanjutkan kuliahnya. Saat wisuda dan disusul dengan syukuran itu ia tampak spesial, karena pandangannya, bahwa ia telah selamat dan berhasil. Pengalaman keberhasilan dan perubahan dalam diri pemuda ini sangat didukung oleh satu faktor utama, ialah perhatian kedua orangtuanya.
Bagi orang beriman, pengalaman yang sama juga mereka alami dengan Tuhan. Ada banyak keberhasilan, prestasi, kemajuan, dan keselamatan tentang hidup mereka di dalam dunia ini. Semua itu berkat penyelenggaraan Tuhan. Meskipun mereka mengakui diri sebagai orang-orang berdosa dan selalu tergoda oleh pengaruh duniawi yang jahat, Tuhan tidak mematikan mereka.
Pandangan seperti ini adalah suatu sikap yang sehat dalam beriman. Tuhan Yesus dengan kasih-Nya memberikan kekuatan, penghiburan, dan menyelamatkan domba-domba yang hilang. Ia adalah Tuhan yang panjang sabar dan besar kasih setianya. Pemazmur menegaskan sifat Tuhan seperti itu, yaitu melalui kesabaran, orang-orang berdosa dan lemah memiliki banyak kesempatan untuk bertobat atau berubah. Kasih setia Tuhan yang amat besar terungkap melalui tindakan-Nya untuk menebus orang-orang yang mengharapkan keselamatan dan kehidupan baru.
Ya, Tuhan Yesus, di dalam kuasa-Mu, mampukan kami untuk selalu mengikuti kebijaksanaan-Mu, sehingga hidup kami sungguh berkenan kepada-Mu. Amin.
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

