“Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh” (Mazm 139: 2).
Pernahkah kita menyadari, bahwa terkadang kita jadi seperti orang Farisi?
Perilaku kita tampak baik di mata orang lain, tapi benarkah itu sungguh baik di mata Tuhan? Tuhan tidak menginginkan yang kelihatannya baik, tapi menghendaki kejujuran dan keterbukaan kita di hadapan-Nya. Tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari Tuhan. Ia yang menciptakan kita, sungguh mengenal dan mengetahui semua hal tentang kita, bahkan jauh sebelum kita melakukannya. “Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah kau ketahui, ya Tuhan” (Mazm 139: 4).
Tidak ada yang dapat kita sombongkan, dan sudah selayaknya kita menjalani hidup ini dalam pengenalan akan Tuhan. Kita tidak dapat merasa diri paling benar, hebat, suci, dan paling segalanya, tapi senantiasa membuka hati pada bimbingan dan tuntunan Roh Kudus dan bekerja sama dengan rahmat-rahmat-Nya, sehingga kita tidak mudah jatuh dalam tipu daya dan kemunafikan.
Herlin
Selasa, 26 Agustus 2025
1 Tes 2: 1-8 Mazm 139: 1-6 Mat 23: 23-26
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

