“Kekudusan itu bukan hasil kesempurnaan manusia, melainkan kasih yang dimurnikan oleh rahmat: hati yang dibersihkan agar dapat melihat Allah.”
Allah Yang Maha Rahim,
Pada Hari Raya Segala Orang Kudus ini, kami bersyukur atas himpunan besar umat-Mu yang kini berdiri di hadapan takhta-Mu. Orang-orang dari setiap bangsa dan bahasa, berselubungkan jubah putih, disucikan oleh Darah Anak Domba.
Mereka mengingatkan kami, bahwa kekudusan itu sungguh mungkin.
Bukan milik segelintir orang, melainkan anugerah bagi siapa pun yang membuka hati bagi rahmat-Mu dan berjalan dalam terang Putra-Mu.
Hari ini kami mendengar kembali Sabda Bahagia: peta jalan menuju surga, pedoman bagi para murid Kristus. Yesus menyingkapkan rahasia kebahagiaan sejati: bukan dalam harta, kuasa, atau kesenangan, melainkan dalam kemurnian hati, kemurahan, kelemahlembutan, dan damai sejahtera; dalam lapar dan haus akan kebenaran, serta dalam kesetiaan di tengah penderitaan.
Ya Bapa, Engkau memanggil kami untuk miskin di hadapan-Mu, bebas dari keterikatan pada yang fana, dan kaya oleh kasih-Mu yang kekal. Engkau memanggil kami untuk menangis dengan pengharapan, sebab Engkau sendiri akan menghapus setiap air mata. Engkau mengundang kami jadi lemah lembut, agar kehendak-Mu memerintah di hati kami, bukan kehendak dunia. Engkau menanamkan dalam diri kami lapar dan haus akan kebenaran, sebab hanya Engkau yang dapat memuaskan dahaga jiwa manusia. Engkau memberkati orang yang murah hati, karena mereka memantulkan wajah-Mu yang penuh belas kasih. Engkau memberkati orang yang suci hatinya, sebab mereka akan memandang Engkau muka dengan muka. Engkau memberkati pencinta damai, karena mereka mewarisi nama-Mu: Anak-anak Allah.
Engkau menjanjikan sukacita kekal bagi mereka yang dianiaya demi kebenaran, sebab di dalam luka mereka, bercahaya salib Putra-Mu sendiri.
Tuhan, kami bersyukur untuk semua orang kudus, yang terkenal dan yang tersembunyi serta menunjukkan kepada kami, bahwa kekudusan bukan cita-cita yang jauh, melainkan ‘ya’ yang diulang setiap hari kepada Sang Kasih.
Semoga teladan mereka menyalakan dalam diri kami kerinduan yang sama: hidup dengan tangan bersih dan hati murni, mencari wajah-Mu dengan sukacita.
Sucikanlah kami, ya Bapa, sebagaimana Engkau menyucikan mereka. Biarlah Roh Kudus-Mu membakar segala egoisme kami, agar kami benar-benar jadi anak-anak-Mu yang memancarkan kerahiman dan sukacita-Mu di dunia.
Para Malaikat dan orang Kudus, doakanlah kami agar setia berjalan di jalan menuju pandangan kekal akan wajah Allah. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

