“Jangan komplain dan mengeluh, ketika kepentok. Tapi biasakan diri untuk mohon pimpinan Tuhan agar jalan kita dimudahkan.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Sederhana, tapi faktanya kita sering lupa dan menyepelekannya. Ketika perjuangan hidup serasa berat, sulit, dan buntu, kita menyesal dan berputus asa, lalu mengadu kepada Tuhan.
“Mengapa saya? Apa yang harus saya lakukan?”
Pagi ini saya belajar banyak dari sopir angkot jurusan Kebayoran Lama – Ciledug, Bapak DD yang seharusnya sudah pensiun. Tapi masih bekerja keras untuk keluarga.
“Gimana tarikan hari ini, Bang?”
Pertanyaan umum dan sekadar memancing pembicaraan. Tapi ternyata pertanyaan saya yang basa basi itu membuka hati saya untuk sadar diri, bersyukur, dan berserah atas anugerah Tuhan.
Ternyata dalam 3 bulan terakhir ini Bapak DD sulit mencari setoran angkot yang sebesar Rp 50.000. Penumpang sepi, angkot tuanya sering merongrong, dan saingan banyak gojek. Jika membawa uang pulang untuk keluarganya antara Rp 10 – 20.000. Bahkan sesekali nombok, karena uang setoran kurang. Ia lalu hutang ke teman atau bos. Praktis tidak ada uang untuk keluarga.
Tidak dipercaya oleh istri membuat emosi Bapak DD mudah tersulut. Untuk membuktikan hal itu ia lalu mengajak serta istri narik angkot.
“Emosi itu tidak menyelesaikan masalah. Saya minta istri bersabar dan tabah. Saya beruntung, karena mempunyai rumah sepetak, dan tidak kontrak,” jelas Bapak DD. Sedang keadaan keluarga kedua anaknya juga pas-pasan.
“Saya juga bersyukur, akhirnya istri mau memahami, lalu mburuh lagi kembali ke Bos lama jadi ART,” kata Bapak DD lirih sekali, nyaris tidak terdengar.
Saya menarik nafas panjang. Tidak terasa toko tampak di depan. Kuselipkan sedikit uang tambahan untuk bayar angkot.
Saya menuju toko. Dunia usaha tengah diuji dan daya beli masyarakat menurun drastis.
Saya bersyukur, dianugerahi sehat.
Meski usaha dagang lesu, tapi tidak ada pengurangan karyawan, dan sekadar cukup untuk numpang makan.
Seberat dan sesulit apa pun usaha dagang, saya tidak menyerah. Saya harus mengantisipasi situasi berat itu untuk mencari terobosan jalan ke luar.
Tuhan selalu setia. Dalam setiap pencobaan dan kesulitan, Dia telah menyiapkan jalan ke luar (1 Korintus 10: 13).
Mas Redjo

