Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, tapi Tuhan menuntun dan membimbingnya, sehingga dia jadi orang kedua terpenting setelah Firaun di Mesir. Pada masa kelaparan melanda seluruh bumi, orang-orang berdatangan ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf. Demikian juga saudara-saudaranya pergi ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Yusuf membalas kejahatan mereka dengan kebaikan. la memaafkan dan mengampuni mereka dengan sepenuh hati. Semua itu terjadi, karena Tuhan merencanakannya bagi hidup Yusuf dan saudara-saudaranya. Yusuf diutus ke Mesir untuk kelak bisa menyelamatkan saudara-saudaranya dari bahaya kelaparan.
Rencana Tuhan juga terungkap ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan supaya umat manusia diselamatkan. Demi misi keselamatan itulah Tuhan mengutus mereka pergi dan mewartakan Kerajaan Allah dengan pesan, “Janganlah kalian menyimpang ke jalan bangsa lain, tapi pergilah kepada domba-domba yang hilang.”
Tuhan juga mengutus kita supaya dengan rendah hati kita mengikuti kehendak-Nya, menjalankan tugas perutusan-Nya dengan penuh sukacita dan kegembiraan.
“Ya Tuhan, tuntun, bimbing, dan sertai kami dalam melaksanakan tugas perutusan yang dipercayakan kepada kami. Semoga tugas perutusan kami ini mendatangkan sukacita bagi sesama, terutama demi kemuliaan nama-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

