“Ia berlutut di hadapan kita… bahkan sebelum kita mengerti kasih. Ia adalah Raja yang jadi hamba untuk membawa kita kembali kepada Bapa.”
Allah yang Maharahim, saat kami memasuki awal Triduum yang kudus ini, kami memandang Putra-Mu, Yesus, yang bangkit dari meja, berlutut, dan membasuh kaki para murid-Nya.
Tuhan, dalam kerendahan-Mu, Engkau menyatakan rahasia hati-Mu: bahwa kami berasal dari-Mu dan dipanggil untuk kembali kepada-Mu. Putra-Mu, Yesus yang tahu saat-Nya telah tiba, mengasihi sampai akhir; bukan dari jauh, melainkan dengan mendekat, bahkan ke dalam kelemahan dan ketidaklayakan kami.
Bapa, sering kali kami seperti Petrus: ragu, menolak, tidak mengerti, bagaimana Engkau bisa mengasihi kami sedalam ini. Tapi Yesus berkata, “Jika Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku. Ajarilah kami untuk berserah dan membiarkan Engkau mengasihi kami dengan cara-Mu.
Hari ini kami mengenangkan anugerah Ekaristi, Putra-Mu yang diberikan bagi kami, Tubuh-Nya dipecahkan, dan Darah-Nya dicurahkan, supaya kami mengambil bagian dalam hidup Ilahi-Mu.
Jadikan misteri ini pusat hidup kami. Ubahkan kami jadi hamba yang mengasihi tanpa batas. Kami menerima Engkau, Tuhan. Kami sedia menjadi milik-Mu. Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

