| Red-Joss.com | Stop! Kita tidak harus mengeluh, komplain, menyalahkan, apalagi untuk menyesali diri sendiri.
Kita juga tidak harus menggugat pahitnya hidup ini. Karena dada ini jadi makin menyesak sakit dan hati ini luka berdarah. Hidup menderita dan berbeban berat.
Coba direnungkan dan ditelusuri, mengapa semua itu terjadi?
Bisa jadi, semua itu karena kita sembrono dan teledor. Ibaratnya, kita sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Kita sembrono, karena berbicara tanpa dipikir dulu. Akibatnya kita melukai hati keluarga, teman, atau pimpinan. Sehingga timbul konflik.
Karena emosi, kita jadi teledor. Kita lupa mengambil kunci motor, dan motor pun hilang, misalnya. Bahkan lebih parah lagi, karena kita lupa mematikan kompor, maka terjadi kebakaran.
Coba kita belajar untuk merespon setiap peristiwa itu dengan bijak. Kita kendalikan diri dan berpikir jernih agar kita temukan hikmat-Nya. Karena sesungguhnya hidup ini anugerah Allah yang harus disyukuri.
Sesungguhnya pula serangkaian peristiwa itu terjadi, karena Allah percaya kita mampu mengatasinya.
Kita mengeluh dan komplain, karena sombong dan mengandalkan kemampuan sendiri.
Ketika mensyukuri peristiwa yang terjadi sebagai anugerah Allah, kita belajar untuk memahami hikmat-Nya.
Jangan menolak dan berontak, ketika kita hadapi tantangan dan pergumulan hidup ini. Karena Allah mempunyai rencana yang terbaik dan terindah atas hidup kita.
Sesungguhnya, kita adalah tanah liat yang sedang dibentuk di tangan ahli-Nya agar jadi tembikar nan indah dan berguna bagi sesama (Roma 9: 20-24).
…
Mas Redjo

