Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tuhan tidak mengutuk siapa pun, oleh alasan apa pun.”
(Pesan Kearifan Hidup)
…
| Red-Joss.com | Kita tentu ingat, bahwa Yesus pada suatu hari, merasa sangat kecewa dan Ia pun mengutuk sebatang pohon ara, karena tidak ditemukan buah di sana.
Lain halnya dengan pohon ara yang satu ini. Ternyata, walaupun Tuhan tidak menemukan buah ara di atasnya, Ia tidak mengutuknya. Karena kali ini, Ia tidak sedang mencari buah ara.
Yang dicari oleh Tuhan pada saat itu ialah โbuah kehidupanโ yang berada di atasnya. Ia mencari jiwa seorang anak manusia.
“Tuhan Mengangkat Mata,” artinya tatkala Tuhan mengangkat mata-Nya. Ia melihat Zakheus di atas pohon ara itu.
Siapakah Zakheus? Dia, seorang pemungut cukai. Dia yang tersingkir dan dijauhi sesama, karena predikat yang disandangnya. Dia diidentikkan sebagai pemeras, pencuri, dan koruptor setaraf dengan penjahat. Pendek kata, dia seorang pendosa kelas kakap.
Ternyata, dia masih memiliki sekeping kesadaran. Hal ini dapat dibuktikan, ketika dia sangat rindu untuk berjumpa dengan Yesus. Tapi sayang, karena tubuhnya pendek, dia tidak dapat melihat Yesus yang di kelilingi banyak orang.
Apa yang dilakukannya? Luar biasa upaya cerdas dari cucu Abraham ini. Karena hasratnya yang sangat kuat dan keingintahuannya untuk melihat Yesus, maka ia memanjat sebatang pohon ara untuk mengobati rindunya.
Apa yang terjadi? Zakheus tidak sekadar dapat melihat Yesus, karena Yesus lebih dulu melihatnya di atas dahan pohon ara itu.
Yesus meminta Zakheus untuk segera turun. Yesus sungguh ingin memasuki rumah nuraninya yang selama ini bagaikan kubangan lumpur dosa.
Sungguh sebuah proses pertobatan yang mengagumkan, karena lewat perjumpaan tak terduga di tengah jalan itu, dan terjadilah keajaiban. Suatu perjumpaan yang sungguh mengesankan antara Tuhan dengan seorang pendosa.
Tuhan selalu tahu, apa pun kerinduan kita. Asal, kita bersedia membuka pintu hati ini untuk-Nya.
…
Kediri,ย 5ย Oktoberย 2023

