| Red-Joss.com | Jangan beri kesempatan dalam hidup pribadi-pribadi yang ingin menyesatkan hidup kita. Misalnya merayu kita supaya tidak percaya kepada Tuhan.
Jangan biarkan pribadi-pribadi itu membuat kita agar bertindak yang tidak baik. Misalnya mempengaruhi kita untuk membenci orang lain.
Juga tidak boleh terjadi, bahwa ada pribadi-pribadi di sekitar kita yang selama ini hidupnya itu tidak benar. Misalnya hidup dalam dosa yang besar.
Mereka harus dinasihati agar hidup tidak saling membenci, tapi saling mengasihi. Yang berbuat salah tidak untuk dihakimi, tapi diingatkan dengan lembut hati. Sedang bagi yang membenci itu dimaafkan dan didoakan.
Jika mereka sungguh menyesal dan bertobat, kita harus menerima, memaafkan, mengampuni, dan mengasihi. Kita dampingi mereka untuk menata hidupnya supaya masyarakat merima mereka kembali.
Biasanya, setelah pertobatan itu ada perubahan dalam hidupnya. Yang penting jangan jatuh pada cara hidup yang lama lagi. Maka, kita harus konsisten dan sabar.
“Tuhan, kuatkanlah iman kami” (Luk 17:5).
Sesungguhnya itulah pondasi iman kita. Dengan iman itu, hidup kita dituntun kepada Allah yang benar, berbelas kasih, dan Allah yang hidup.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

