“Lihatlah Tuhan yang menyiapkan perjamuan keselamatan bagi umat-Nya dan menyalakan dalam hati kita semangat untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.”
Sabda Allah menyingkapkan kerinduan-Nya yang terdalam:
menyelamatkan, memulihkan, dan menarik semua orang kepada hidup yang kekal.
Melalui Yesaya, Allah menjanjikan sebuah perjamuan surgawi,
di mana Ia sendiri menghapus air mata umat-Nya dan menghancurkan selubung maut yang menutupi bangsa-bangsa. Dari awal, hati-Nya telah menyala dengan keinginan untuk membawa setiap jiwa kembali ke dalam pelukan-Nya.
Dalam Injil, janji itu tampak jelas di dalam Yesus, Putra-Nya. Yesus naik ke gunung dan menerima semua yang datang: yang timpang, buta, bisu, remuk, tersingkir, dan terluka. Di kaki Yesus, tidak ada luka yang terlalu dalam, tidak ada dosa yang terlalu berat, tidak ada hidup yang terlalu rusak. Karena kerahiman-Nya lebih besar dari segala kelemahan manusia.
Dengan tujuh roti dan beberapa ikan, Ia memberi makan ribuan orang. Bukan hanya tubuh mereka, melainkan juga kelaparan jiwa mereka. Yesus mengingatkan kami, bahwa hanya Ia yang dapat mengenyangkan kerinduan terdalam manusia, yaitu kerinduan akan keselamatan, kebenaran, dan hidup kekal.
Ya, Tuhan, nyalakanlah dalam diri kami kerinduan yang sama. Ajarlah kami merindukan keselamatan jiwa-jiwa seperti Engkau merindukannya.
Ajarlah kami melihat dunia dengan mata Yesus: mata yang penuh belas kasih, pengharapan, dan penuh semangat misioner bagi keselamatan semua orang.
Sering kali kami mengejar pemenuhan yang fana: kenyamanan, harta, dan pencapaian, tapi tetap kosong.
Hanya Engkaulah Sang Gembala Baik yang menuntun kami ke padang rumput hijau, menyegarkan jiwa kami, dan menuntun kami di jalan keselamatan.
Yesus, bangkitkan dalam diri kami api misioner: kemauan untuk mencintai dengan berani, melayani dengan rendah hati, berdoa dengan sepenuh hati, dan membawa orang lain kepada-Mu:
keluarga kami, sahabat, rekan kerja, dan siapa pun yang Engkau tempatkan dalam hidup kami.
Perbaruilah kami setiap hari dalam Ekaristi, Roti Hidup agar dikuatkan oleh kasih-Mu, kami jadi saksi yang hidup yang membantu menuntun jiwa-jiwa kepada perjamuan keselamatan yang Engkau siapkan.
“Yesus, kami percaya penyelenggaraan Ilahi-Mu. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

