Penerimaan diri adalah langkah awal yang paling membebaskan. Ketika kita berkata, karena saya memang hanya itu. Hal itu bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah kejujuran yang berani.
Ada kelegaan yang luar biasa, ketika kita berhenti memikul beban harus hebat dan mulai fokus pada ‘jadi bermanfaat’. Garam itu tidak pernah berkompetisi dengan gula atau rempah lain untuk jadi yang paling dominan; ia hanya memastikan, bahwa di mana pun ia diletakkan, di situ ada rasa yang lebih baik.
Ketika saya berhenti mengejar standar hebat versi diri saya yang dulu dan mulai melakukan apa yang bisa saya lalukan kini, karena saya memang hanya itu, maka saya ingin jadi garam.
Tuhan, jadikan saya garam hari ini. Tunjukkan satu orang yang butuh sedikit ‘rasa’ atau ‘penghiburan’ melalui tangan saya.”
Berkah Dalem
Jlitheng

