Dia seorang karyawan toko yang sederhana dan mempunyai kebiasaan unik. Tiap sore, setelah dia sandarkan sepeda onthelnya di depan Gereja yang dilalui, sejenak dia berdoa …
Sudah 15 tahun dia melakukan, sampai suatu hari ada yang bertanya: “Acong, apa yang loe laku’in di depan pintu Gereja, tiap hari? Jawabnya, “Owe berdoa.”
Ditanya lagi, “Doa apa?”
Jawabnya, “Tuhan, ini Owe, Acong.”
Suatu hari Acong sakit, masuk ICU. Ketika kesakitan dia berseru: “Tuhan, ini Owe.” Setiap merasa sakit ia selalu memanggil nama Tuhan. Sampai suatu malam Acong mimpi, Tuhan datang, menyentuh kening Acong sambil berkata: “Acong, ini Owe.” Acong senang sekali, dia langsung duduk, tapi yang menyapa sudah menghilang.
Infus dilepasnya, ia ke luar dari ruang ICU. Perawat terkejut dan bertanya: “Mau ke mana Koh?” Jawabnya: “Owe cari Tuhan yang menyapa Owe.”
Pikir perawat, dia ngigau, tapi herannya, saat diperiksa Acong sudah sembuh.
Percayalah: Tak perlu fasih berdoa. Tak perlu panjang-panjang. Satu hal yang pasti, Tuhan melihat jauh ke lubuk hati, yang jadi kerinduan kita saat berdoa.
Yang penting, ketika berdoa: “Apakah kita sungguh-sungguh mencari Tuhan?”
Salam sehat.
Jlitheng

