“Hidup ini tidak untuk ditangisi, tapi disyukuri dan diperjuangkan dengan doa dan senyuman.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang di atas penuh tawa, sukacita, bahagia dan berkelimpahan. Kadang berada di bawah penuh kegagalan, keterpurukan, dan kehancuran.
Ingatlah tiga hal ini saat roda kehidupan berada dalam kehancuran:
Pertama, personalisasi. Stop terlalu menyalahkan diri sendiri. Tidak semua salah kita. Merasa bersalah itu boleh, tapi jangan jadi baperan. Hidup itu tidak untuk ditangisi, tapi disyukuri, dan diperjuangkan.
Kalau Tuhan izinkan, yakinlah, bahwa masalah, kesulitan, keterpurukan, cobaan itu tidak akan menghancurkan kita. Justru semuanya itu akan membuat kita naik kelas. Mendekatkan kita pada sukses.
Kedua: generalisasi. Tidak perlu minder, hancur, dan putus asa. Dalam hidup ini Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani, orang lain yang mengkomentari. Komentar dan nyinyiran itu selalu datang. Larut dalam penilaian orang, tudingan, dan cap buruk orang itu tidak ada gunanya. Tidak ada manusia yang sempurna. Mereka juga pernah berbuat salah.
Buang cara berpikir, bahwa semua mata itu tertuju pada kesalahan, kegagalan, bahkan aib kita. Buang perasaan isue ke mana-mana, orang berbicara buruk tentang kita.
Bila memang salah, diperbaiki. Bila gagal, berjuang, dan bila terpuruk kita bangkit. Sesungguhnya ketakutan kita itu tidak seburuk yang kita bayangkan. Ganti narasi buruk, jadi narasi bersyukur, berkat, iman, dan narasi positif. Hidup ini tidak selamanya buruk. Karena selalu ada jalan untuk yang mempunyai iman dan harapan.
Ketiga: permanen. Gagal, terpuruk itu tidak permanen. Sekali gagal, hancur, itu tidak berakhir. Yakinlah, satu pintu rezeki tertutup, Tuhan sedang membuka pintu rezeki yang lain. Yang penting kita tetap berjuang dan bertekun. Karena Tuhan memilih orang yang mau, bukan yang mampu.
Narasi buruk yang kita ciptakan dan pikiran seram yang kita putar itu membunuh impian. Lebih baik kita terus berkreasi dan berinovasi demi meraih sukses dan masa depan yang gemilang.
Berani bersikap rendah hati untuk minta bantuan, bila kita tidak kuat memikul beban. Kita juga jangan sungkan datang pada Tuhan, karena IA mempunyai semua jawaban. IA bimbing kita untuk mewujudkan impian itu jadi nyata.
Deo gratias.
…
Edi/Rio, Scj

