“Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya” (Yoh 8: 29).
Yesus memberi kesaksian tentang Bapa yang selalu menyertai-Nya di dalam tugas perutusan-Nya. Sebagaimana Yesus, demikian pula halnya dengan kita, umat Kristiani. Melalui baptisan, kita diangkat jadi anak-anak Allah dan menerima kasih karunia Roh Kudus yang menguduskan hidup kita. Karena kita adalah anak-anak-Nya, Bapa yang baik selalu hadir dan menyertai perjalanan hidup kita, baik dalam suka maupun duka. Bahkan, ketika kita jatuh ke dalam dosa, kasih-Nya kepada kita tidak pernah berubah. Bapa senantiasa menyambut kita ke dalam rumah hati-Nya.
Di dalam perjuangan hidup, khususnya pada masa Prapaskah ini, mungkin ada saat ketika segala upaya dan pengorbanan kita terasa sia-sia. Kita mungkin hampir berputus asa menghadapi kelemahan-kelemahan kita, bahkan nyaris kehilangan harapan untuk hidup. Segala gelombang tantangan itu dapat datang dan menghantam perahu hidup kita hingga hampir tenggelam. Tapi melalui Sabda-Nya, Yesus mengingatkan, bahwa Bapa selalu menyertai kita dan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian, asalkan kita terus berjuang untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Fr. Moses Maria, CSE
Selasa 24 Mar 2026
Bil 21: 4-9 Mzm 102: 2-3.16-21 Yoh 8: 21-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

