| Red-Joss.com | Sejak akhir pekan WA group lingkungan kami riuh dipenuhi oleh doa antar warga untuk beberapa keperluan berbeda. Doa untuk seorang Ibu sepuh di Jawa yang diopname, karena gerah. Doa (dan ibadat) untuk warga yang meninggalkan lingkungan, doa untuk warga yang terluka, karena gerinda. Doa juga untuk warga yang baru pulang dari RS. Semua dilengkapi dengan harapan segera sembuh atau pulih. Salah satunya adalah seperti berikut:
“Enggal Dangan Bapak T, walau mantan ketua RT, tetapi tetap melayani masyarakat PaSer. Komunitas Antonius membuat suka cita kasih Kristus bagi Pak T dan Ibu T yang giat mandiri melayani dengan warung sembako yang tumbuh semarak.”
Sederhana, sesederhana cara memaknai reksa rohani yang jadi fungsi utama seorang gembala. Merawat iman umat untuk tetap yakin, bahwa Allah itu Maha Rahim dan menghendaki umat tetap dekat tanpa syarat.
Menarik sekali. Semangat kegembalaan itu tadi malam diwujudkan tidak personal, tetapi komunal, oleh lebih dari 7 warga lingkungan, mengunjungi bapak T yang baru pulang dari Rumah Sakit (Yakin, bahwa tugas gembala itu bukan milik satu orang, tetapi milik komunitas umat beriman).
Semangatnya adalah Yes 42, 3 : “Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya; sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya. Dia akan setia menyatakan keadilan.”
Jangan ragu, kita semua diutus untuk itu.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

