Bc. Ul.8:2-3,14-16, I Kor.10:16-17, Yoh.6:51-58.
…
| Red-Joss.com | Hari ini, sabda Allah membantu kita untuk semakin dalam menghargai tiga kata kerja yang sederhana, namun penting untuk kehidupan sehari-hari: Anamnesis, mengucap, dan memberi.
Anamnesis. Pengenangan bukan hanya sekadar mengingat-ingat. Pengenangan berarti menghadirkan kembali peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus dalam Ekaristi.
Mengucap. Mengucap adalah memberkati. Melkisedek mengucapkan: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi … dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi” (Kej 14:19-20). Yesus pun mengucap berkat saat penggandaan roti dan perjamuan terakhir.
Berkat selau membawa kebaikan. Berkat mengubah sebuah ucapan menjadi karunia. Berkat bukanlah tentang mengucapkan kata-kata manis atau frasa usang; memberkati adalah tentang mengucapkan kebaikan, mengucapkan dengan kasih. Ekaristi merupakan sebuah sekolah berkat. Datang dengan penuh iman kita akan menerima berkat Tuhan dan pulang untuk membagikan berkat bagi sesama dan dunia.
Mengucap berarti bersyukur. Syukur itu buah dari berkat. “Bersyukurlah dalam segala hal , karena itulah yang dikehendaki Kristus Yesus.”
Zaman sekarang ucapan cenderung menghancurkan. Bersliweran para heaters, penebar hoaks, kebencian, permusuhan, dan hinaan. Ingatlah mulut diciptakan untuk memberkati, bersyukur dan memuji, bukan mengeluh, protes, dan mengutuk.
Memberi. Menerima itu berkah, memberi itu anugerah. Tuhan telah memberikan hidup-Nya agar kita hidup. Tuhan telah memberikan tubuh dan darahNya agar kita hidup.
Memberi itu memecah-mecah lalu membagikan. Orientasi manusia sekarang bukan memberi tapi memiliki. Lihatlah Tuhan mengajari kita Ekonomi Injil: “Bila kita mau memberi dan berbagi, Tuhan melipatgandakan semua. Memecah-mecahkan, memberikan dan membagi-bagikan” (bdk. Luk 9:16).
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto ilustrasi: Istimewa

