“Asal pekerjaan itu halal, kau jangan malu untuk melakukannya.”
…
| Red-Joss.com | Nasihat Bapak itu bagai mutiara hidup saya, ketika merantau agar saya tidak memilih-milih pekerjaan.
Saya juga dimotivasi Bapak agar meniru sifat garam untuk pandai membawa diri, tapi luwes dalam pergaulan. Sehingga memberi rasa sedap, dan mengawetkan persaudaraan dengan warga di lingkungan sekitar.
Ketika pandemi, lalu disusul krisis energi dan ekonomi, di mana-mana terjadi ledakan pengangguran.
Benarkan kita sungguh mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan itu?
Pertanyaan reflektif itu muncul agar saya berani melihat permasalahan dengan bijak.
Sebagai pelaku usaha, kenyataan pahit itu saya akui. Kendati dampak gonjang-ganjing krisis yang luar biasa itu membuat hampir seluruh sektor usaha termehek-mehek.
Di saat krisis itu, nasihat Bapak bagai api semangat yang berkobar dan membakar agar saya mencari solusi untuk mengatasi persoalan itu.
Sesungguhnya krisis pengangguran itu terjadi, ketika kita tidak berani mencoba hal-hal baru, bahkan mulai usaha yang ‘nol’ lagi. Termasuk melakukan usaha skala kecil dan remeh temeh, karena gengsi.
Faktanya, bukan karena pekerjanya melimpah dan tuaiannya sedikit, sehingga orang berebut pekerjaan. Melainkan, yang benar adalah tuaian banyak, tapi pekerjanya sedikit. Kita terlalu memilih-milih pekerjaan, dan merasa turun gengsi atau derajat, jika bekerja kasar atau tidak sepadan dengan jabatan maupun dengan gelar yang dipunyai.
Karena saya dituntut untuk berubah dan memperbaiki keadaan, saya semakin tertantang mencari jalan ke luar dari krisis.
Yesaya 6: 8 meneguhkan jiwa saya dengan semangat optimis. Penuh iman, harapan, dan kasih.
Saya mendengar suara Tuhan berkata: ”Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: ”Ini aku, utuslah aku!”
Jika kita tidak berani berubah dan memulai sendiri, hidup ini bakal dipenuhi penderitaan dan kertak gigi.
Selalu mohon berkat Allah agar kita selalu disertai, didampingi, dan dibimbing-Nya ke jalan yang benar. Hidup sukses dan bahagia.
…
Mas Redjo

