| Red-Joss.com | “Credo ut intellegam“- aku percaya untuk mengerti, demikian kata St. Anselmus. Memang untuk mengerti misteri Allah yang Agung itu percaya dulu baru bisa memahami dan mengerti. Hal ini sekarang tidak mudah. Kita cenderung mengerti, melihat, mempelajari dahulu, kalau meyakinkan, jelas dan sesuai nalar logika baru mau percaya.
Berhadapan dengan misteri Allah Tritunggal yang agung, tak mungkinlah akal budi mampu menjelaskan satu Allah tiga pribadi ini. Kalau toh pun bisa dijelaskan jelas, maka yang dijelaskan jelas itu bukanlah Allah. Tentang Allah Tritunggal ini Bapa Gereja telah merumuskan iman kepercayaannya dalam Syahadat Panjang. Hari ini coba baca dan renungkan.
Selain Syahadat Panjang saya mau mengajak kami semua merenungkan satu nama : NI – KO – DEM – US.
NIat: Proses percaya itu butuh yang namanya niat dan kehendak. Lihatlah Musa: Ia bangun pagi-pagi, naik ke gunung, sampai di atas ia menyerukan nama Tuhan. Ternyata kehendak dan niat itu ditanggapi oleh Allah. Allah datang, berjalan, berseru menyampaikan identitas-Nya sebagai “Allah yang penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia.” Tidak ada yang NIHIL dari setiap kehendak, usaha, dan proses perjuangan.
KOmitmen: Dalam proses percaya keutamaan berikutnya adalah komitmen. Paulus menggambarkan orang yang punya komitmen hidupnya ada dalam damai sejahtera, sukacita, ramah memberi salam, dan sehati sepikir dengan Allah. Komitmen menjadikan hidup mau berproses dan tidak banyak protes.
DEMi: Keutamaan berikutnya adalah pemberian diri yang total. Proses percaya adalah proses mempercayakan hidup secara utuh kepada kehendak dan penyelenggaraan Tuhan.
YesUS: Muara dan tujuan akhir hidup sebagai orang yang beriman adalah Tuhan Yesus. “Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun sudah mati.”
…
Deo gratias.
…
Rio, Scj
…
Foto ilustrasi: Istimewa

