| Red-Joss.com | Berbicara tentang “Transformasi kehidupan,” sesungguhnya mengajak kita untuk mengubah kehidupan lama kita untuk mulai memasuki kehidupan baru.
Transformasi itu sendiri berasal dari kata ‘trans’ dan ‘formasi, yang berarti mengubah bentuk.
Ada kisah tentang Abraham yang mengundang seorang pengembara untuk tinggal dan makan di rumahnya.
Apa yang terjadi? Ternyata sepanjang hari pengembara itu tak pernah berhenti mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan pada Tuhan.
Semua perkataan buruk, bahkan kutukan itu ke luar diarahkan pada Tuhan.
Sampai suatu hari, Abraham tidak tahan mendengar kata-kata buruk si pengembara itu. Akhirnya ia mengajak pengembara itu pergi.
Seperginya pengembara itu, Tuhan berbicara pada Abraham, “Abraham… Abraham, mengapa kau mengusir pengembara itu?”
Abraham menjelaskan alasannya. Mendengar jawaban Abraham, Tuhan tertawa, “Abraham… Abraham, kamu yang belum lama bertemu dengannya itu tidak tahan mendengar perkataannya. Tapi Aku bertemu dengannya setiap hari dalam hidupnya berkata-kata buruk dan Aku mendengarkan untuk membimbingnya.”
Saat itu pula ada suatu hal baru yang Abraham sadari. Kesadaran yang membuka mata hatinya agar ia meninggalkan manusia lama untuk menjadi pribadi manusia baru.
Dalam Injil hari ini, kita mendengar kata-kata Yohanes Pembaptis yang mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah!”
Benar-benar, kata-kata Yohanes Pembaptis itu berdampak pada dua muridnya: salah satunya adalah Andreas.
Yohanes Pembaptis telah mengucapkan sebuah kata yang mampu membawa transformasi dalam kehidupan dua orang muridnya.
Apa yang dialami Andreas dan Simon Petrus adalah apa yang kita sebut ‘transformasi internal’, yaitu perubahan komitmen dari hidup mengikuti Yohanes dan sekarang hidup untuk mengikuti Yesus.
Apakah berhenti di situ? Tidak.
Seseorang yang telah mengalami transformasi dalam dirinya biasanya tidak tahan untuk berbagi pengalamannya bertransformasi menjadi kehidupan baru dengan orang lain.
Itulah sebabnya Andreas kemudian bisa berkata kepada saudaranya, “Kami telah menemukan Mesias.” Ia lalu membawa Simon Petrus ke Mesias, yaitu Yesus Kristus.
Kini, Andreas mengalami apa yang disebut ‘transformasi eksternal’, yaitu perubahan yang mempengaruhi lingkungan sekitar.
Merenungkan transformasi hidup yang dialami Andreas dan Abraham dalam ilustrasi di awal, mari kita lihat kehidupan kita hari ini.
Setelah perjumpaan kita dengan Yesus, terutama dalam Ekaristi Kudus, ketika kita mendengar: “Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa-dosa dunia. Berbahagialah mereka yang dipanggil untuk makan Anak Domba.” Hal itu juga membuat kita mengalami transformasi dalam hidup ini.
Coba lihat perjalanan hidup iman kita selama ini. Jika jawabannya, “Ya”. Sekarang, tugas kita adalah membawa teman-teman kepada Yesus. Karena kita telah menemukan Mesias yang telah mengubah hidup kita.
Tuhan memberkati.
…
Fr. Petrus Santoso SCJ

