Dalam bisnis, iklan itu sangat penting. Begitu pentingnya, belanja iklan mendapat porsi yang besar. Iklan penting, karena dengannya sebuah produk diperkenalkan. Iklan selalu menampilkan hal yang menarik perhatian, menggugah minat orang, memengaruhinya sedemikian rupa sehingga tertarik dengan yang diiklankan. Sebuah produk kecantikan diiklankan dengan maksud memengaruhi sebanyak mungkin orang untuk membeli dan memakai produk tersebut. Untuk itu, produsen akan melakukan studi pasar dengan survei atau metode lainnya. Hasil survei dan studi itu berguna untuk menentukan siapa bintang iklan yang memerankan, apa pesan yang disampaikan, dan apa sarana/medium yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Pilihan dan cara iklan yang tepat akan menentukan keberhasilan sebuah produk di pasar.
Kita merenungkan “Peristiwa Transfigurasi Yesus”, kemuliaan-Nya dinyatakan secara nyata kepada tiga murid terdekat-Nya, yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Peristiwa istimewa di atas gunung adalah momen yang memperlihatkan kemuliaan Tuhan. Wajah Yesus bercahaya seperti matahari dan jubah-Nya jadi putih berkilauan. Ini menegaskan, bahwa di balik rupa manusia yang menderita tersembunyi kemuliaan Ilahi.
Penampakan kemuliaan ini terjadi di tengah perjalanan menuju Yerusalem, jalan menuju penderitaan dan salib. Transfigurasi menjadi pengingat bahwa kemuliaan Tuhan tidak meniadakan penderitaan, tetapi justru menyertainya. Kemuliaan didapat setelah kesetiaan memikul salib. Sayangnya, jalan salib menuju kemuliaan sulit dipahami oleh para rasul. Karena itu, mereka mengusulkan untuk mendirikan kemah di atas gunung. Usulan yang lahir dari ketidaktahuan. Mereka tidak tahu bahwa kemuliaan yang mereka saksikan di atas gunung akan dicapai dengan jalan salib dan penderitaan.
Para murid yang menyaksikan peristiwa itu diberi kesempatan untuk menikmati lebih awal – ‘cicipan pertama’ – dari kemuliaan Paskah. Transfigurasi mengarahkan kita pada Paskah: dari puncak gunung, Yesus turun kembali ke dunia, ke jalan salib, menuju kebangkitan. Ia tidak tinggal dalam kemuliaan sesaat, tetapi memilih menggenapi misi-Nya melalui pengorbanan.
Yesus tidak hanya mengiklankan yang indah-indah untuk mengelabui dan memengaruhi para murid dan pengikut-Nya. Ia mengingatkan konsekuensi dari ketaatan dan kesetiaan pada kehendak Bapa. Sikap dan pilihan yang juga harus dimiliki para pengikut-Nya, yaitu mengambil bagian dalam kemuliaan kebangkitan dan setia di jalan salib.
Kita juga mengalami momen transfigurasi, sejenak merasa terpukau dan merasa dekat dengan Tuhan. Namun, kita dipanggil bukan hanya untuk menikmati kemuliaan itu, melainkan juga membawanya ke dalam perjuangan hidup kita sehari-hari. Kita mesti berani turun, menghadapi realitas kehidupan yang tidak selamanya indah. Itulah jalan salib. Jalan menuju Paskah.
Penderitaan dipeluk dalam terang kemuliaan-Nya. Menerima Yesus sebagai penyelamat berarti setia kepada-Nya sebagai jalan, kebenaran, dan hidup.
Ya, Tuhan, semoga kami dapat melihat kemuliaan-Mu dan setia mengikuti jalan salib-Mu. Amin.
Ziarah Batin

