“Tapi Yesus berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka” (Mat 8: 22).
Dalam Tradisi Yahudi maupun Yunani, penghormatan terhadap orangtua adalah termasuk salah satu hukum terbesar. Penguburan Ayah adalah termasuk tanggung jawab besar seorang anak laki-laki. Mengikuti Yesus dengan mengorbankan tidak menguburkan Ayahnya akan dianggap tidak menghormati Ayah. Berhadapan dengan kondisi ini, pemuda ini meminta penundaan untuk mengikuti Yesus. Namun, Yesus dengan tegas mengatakan untuk mengikuti-Nya sekarang juga, tanpa menunda lagi.
Mengikuti Yesus adalah sebuah pilihan. Dalam memilih, kita harus berani bergerak maju tanpa ada keraguan, dan tidak membiarkan diri terjerat dalam urusan-urusan duniawi. Mengikuti Yesus berarti mengutamakan Yesus di atas segala-galanya, walaupun harus mengorbankan yang paling kita cintai, seperti keluarga, kesenangan, dan kenyamanan.
Dalam mengikuti Yesus, kita harus bergantung sepenuhnya pada Yesus yang jadi sumber dan jaminan kebahagiaan sejati. Mungkin, dalam perjalanan panggilan kita mengalami banyak kesulitan dan penderitaan, namun kita harus tetap teguh pada pilihan kita untuk sepenuhnya mengandalkan Tuhan.
Sr. M. Agnes, P. Karm
Senin, 30 Juni 2025
Kej 18: 16-33 Mzm 103: 1-4.8-11 Mat 8: 18-22
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

