“Orang yang berbahagia itu mereka yang sadar diri untuk memaknai hidupnya.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Coba dicermati dengan bijak, buah itu dikenal dari pohonnya (Matius 12: 33). Pohon yang baik, dipastikan menghasilkan buah yang baik pula. Jika buahnya jelek?
Saatnya kita refleksi dan sadar diri.
Buah yang jelek itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya hama dan penyakit.
Begitu pula dengan kita. Mengapa anak kita yang dididik dengan baik itu mempunyai perangai buruk?
Bisa jadi, karena pergaulan dan tiada keteladanan dari orangtua.
Jikapun memberi keteladanan yang baik, apa kita seia sekata, antara ucapan dan perbuatan? Apa kita komitmen dan konsisten? Jangan dikatakan pula, “Anak polah Bapa kepradah.” Anak yang berbuat, tapi orangtua yang bertanggung jawab.
Refleksi diri itu jalan kebijaksanaan, ketimbang kita menyalahkan dan menghakimi anak.
Bisa jadi pula, kita sekadar memberi keteladanan, tapi minus perhatian. Kita abai untuk mengontrol anak dan mengingatkannya. Sehingga keteladanan itu kurang mengakar kuat. Karena tanpa hati. Akibatnya, anak kita mudah tergoda hal-hal negatif dan buruk, lalu melakukan perbuatan aib serta mencemari nama baik orangtua.
Tidak ada kata terlambat untuk dibenahi dan diperbaiki agar jadi pembelajaran hidup baik dan benar serta berkenan bagi Tuhan.
Jangan lelah untuk mengingatkan anak dengan hati yang mengasihi dan doa ikhlas. Karena hikmat itu anugerah-Nya.
Tuhan memberkati.
…
Mas Redjo

