Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
[Red-Joss.com] Kita pasti mengenal sebatang tongkat, dan tahu fungsinya. Bahkan, kita juga pernah melihat seorang pemimpin, baik pemimpin agama, negara, atau seorang raja yang biasa memegang sebatang tongkat.
Secara denotatif, tongkat adalah sepotong kayu sebagai alat bantu, penopang, atau sebagai pegangan.
Secara konotatif, tongkat itu simbol yang melambangkan suatu kejayaan, kekuasaan, kewibawaan, atau pun perintah.
Secara rohani, tongkat sebagai alat pengingat, bahwa manusia di bumi sebagai musafir (homo viator), yang bergerak menuju akhirat.
Di dalam kitab Mazmur 23: 4, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”
Lewat kitab Mazmur itu kita tahu dan sadar, bahwa sebatang tongkat di tangan Tuhan sungguh menjadi alat penguat, bahkan penghibur manusia.
Sebatang tongkat di tangan Tuhan dapat menyimbolkan “kekuasaan, kewibawaan, serta penghiburan.” Bahwa Tuhanlah Sang Raja serta Gembala Agung kita.
Nabi Musa, Joshua, para nabi dan gembala pun memiliki sebatang tongkat di dalam hidup serta tugas dan panggilan mereka. Dalam hal ini sebatang tongkat dapat menyimbolkan aneka fungsi luhur. Antara lain kekuasaan, kewibawaan, pegangan, serta perintah.
‘Memento mori,’ ingatlah akan ajalmu! Semoga, ‘sebatang tongkat’ dapat menjadi sarana pengingat, bahwa kelak kita pun akan mengakhiri ziarah di bumi ini.
Kediri, 8 Agustus 2023

